
PUSAT Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri tengah melakukan pemeriksaan sampel DNA terhadap lima jenazah korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum teridentifikasi. Langkah ini diambil lantaran kondisi fisik jasad yang sudah sangat sulit dikenali secara visual maupun melalui metode identifikasi primer lainnya.
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Much Sofwan, menjelaskan bahwa pemeriksaan DNA merupakan upaya terakhir dalam proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Seluruh data pembanding ante mortem dari pihak keluarga, termasuk sampel DNA, telah dikumpulkan untuk dicocokkan dengan data jenazah.
“Kondisi jasad kelima korban sangat sulit dikenali, maka pemeriksaan DNA menjadi upaya terakhir,” ujar Sofwan di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).
Meski data pembanding sudah lengkap, Sofwan mengakui bahwa hasil pemeriksaan dari Pusdokkes Polri belum keluar. Ia meminta pihak keluarga korban untuk bersabar menunggu proses laboratorium selesai, dengan harapan identitas kelima korban dapat segera dipastikan.
Sofwan juga memastikan bahwa kelima jasad tersebut merupakan kelompok terakhir yang sedang dalam proses identifikasi, mengingat tidak ada lagi temuan korban baru dalam satu pekan terakhir. Namun, ia menegaskan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) tetap dalam posisi siaga.
“Jika ada temuan lagi, kami siap melakukan identifikasi kembali. Tim DVI tetap siaga,” tegasnya.
Berdasarkan data terkini, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah menerima total 82 jenazah korban Kapal Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 77 jenazah telah berhasil teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Secara keseluruhan, KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 penumpang dan awak kapal saat kecelakaan terjadi. Hingga saat ini, tercatat masih ada 53 korban yang belum ditemukan dan masih dalam status pencarian. (Ant/H-3)
