
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah,menangani krisis air bersih akibat fenomena El Nino. Sebanyak 20 ribu liter air bersih telah disuplai ke wilayah terdampak, khususnya di Kecamatan Bolano dan Mepanga.
Plt Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, menyatakan bahwa distribusi air dilakukan melalui posko satuan tugas (satgas) siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kian mendesak.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, maka kami membantu memenuhi kebutuhan itu menggunakan mobil tangki suplai air bersih,” ujar Rivai saat dihubungi dari Palu, Sabtu (10/10).
Distribusi Air dan Dampak Lahan
Penyaluran air bersih difokuskan pada titik-titik pemukiman warga dan lahan perkebunan yang terdampak kekeringan cukup parah. Di Kecamatan Mepanga, bantuan menyasar empat dusun di Desa Kayu Agung, sementara di Kecamatan Bolano, intervensi dilakukan di Desa Tirta Nagaya.
| Wilayah (Kecamatan/Desa) | Suplai Air (Liter) | Lahan Terdampak (Hektare) |
|---|---|---|
| Mepanga (Desa Kayu Agung) | 12.000 | 12 |
| Bolano (Desa Tirta Nagaya) | 18.000 | 44,8 |
Selain menyuplai air menggunakan mobil tangki, BPBD juga menyiapkan tandon-tandon penampungan di wilayah terdampak untuk mempermudah akses warga terhadap air bersih secara berkelanjutan selama masa kekeringan berlangsung.
Data Kerusakan dan Ancaman Karhutla
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong hingga 22 September 2026, dampak El Nino di wilayah ini telah meluas secara signifikan. Selain krisis air, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
- Total Lahan Kekeringan: 4.691 Hektare
- Luas Karhutla: 234,96 Hektare
- Warga Terdampak: 1.687 Kepala Keluarga (KK)
Rivai menegaskan pihaknya terus memperbaharui data secara berkala guna memastikan intervensi bantuan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran mengingat kondisi cuaca yang sangat kering dan rawan memicu titik api. (Ant/I-1)
