
PEMBALAP Indonesia Veda Ega Pratama menyebut Moto3 Mandalika 2026 sebagai salah satu balapan paling spesial dalam kariernya. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Veda berhasil finis di posisi keenam pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (11/10).
Veda mengungkapkan kegembiraannya dapat mengamankan poin penting di rumah sendiri. “Saya sangat senang bisa finis di enam besar hari ini dan meraih poin penting. Saya sangat menikmati balapan ini,” ujar Veda dalam keterangannya.
Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda sempat menunjukkan performa impresif dengan melesat ke urutan kedua pada putaran kedua. Namun, persaingan yang sangat ketat di kelompok terdepan membuat posisinya berangsur turun hingga menempati urutan ketujuh saat memasuki putaran ke-10.
Dinamika balapan terus berlanjut ketika kecelakaan yang dialami Adrian Cruces pada putaran ke-13 sempat membawa Veda naik ke posisi kelima. Namun, ia sempat melebar pada putaran ke-18 yang membuatnya kembali turun ke urutan kedelapan.
Veda terus berjuang memperbaiki posisi di sisa lap hingga akhirnya menyelesaikan balapan di urutan keenam. Ia terpaut selisih waktu 12,017 detik dari pemenang balapan, Maximo Quiles. Veda mengaku sempat kesulitan menutup jarak sepenuhnya dengan pembalap di depannya karena ketatnya persaingan.
“Balapan di sini di depan para penggemar Indonesia merupakan pengalaman luar biasa. Ini salah satu balapan paling spesial dalam karier saya,” kata Veda sembari memberikan apresiasi kepada para pendukung yang hadir langsung di sirkuit.
Setelah seri Mandalika, Veda akan bersiap menghadapi seri Australia. Ia mengaku antusias menjajal sirkuit tersebut untuk pertama kalinya. “Lintasannya terlihat sangat cepat dengan tikungan-tikungan yang mengalir. Saya antusias untuk menjajalnya,” tambahnya.
Adapun podium Moto3 Mandalika 2026 dikuasai oleh Maximo Quiles sebagai juara pertama, disusul David Almansa di posisi kedua, dan Brian Uriarte di urutan ketiga. (Z-10)
