
PENGEMBANG hunian di kawasan Jakarta Selatan semakin menekankan pentingnya fungsi ruang, privasi, dan kenyamanan jangka panjang untuk menjawab kebutuhan keluarga. Pendekatan ini diterapkan Pranara Land lewat Pranara Cilandak yang mencakup 17 unit rumah di kawasan Margasatwa, Pondok Labu, Cilandak, setelah sebelumnya mengembangkan dua hunian melalui Pranara Kebayoran.
Direktur Utama Pranara Land, Andi Kurniaty Manggabarani, mengatakan pengembangan hunian tersebut berangkat dari pengalaman IMB Group, kelompok usaha asal Makassar yang telah bergerak di industri properti sejak 1994.
“Pengalaman panjang membuat kami semakin memahami bahwa rumah yang baik bukan hanya menarik saat pertama dilihat. Rumah harus tetap nyaman setelah bertahun-tahun ditinggali. Itu yang menjadi dasar kami ketika mengembangkan Pranara,” ujar Andi Kurniaty.
Pranara Cilandak menghadirkan dua tipe hunian, yakni Aruna dan Ladera, dengan karakter ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Aruna memiliki area rooftop sebagai ruang tambahan untuk beraktivitas, sementara Ladera dilengkapi basement yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang multifungsi maupun tambahan area parkir.
Andi menjelaskan, kedua tipe tersebut dikembangkan dengan pendekatan Designed with Intention. Refined for Living, yang menempatkan fungsi ruang, privasi, pencahayaan, dan fleksibilitas sebagai bagian penting dalam menciptakan kenyamanan hunian jangka panjang.
“Buat saya, rumah tidak perlu berusaha terlalu keras untuk terlihat istimewa. Yang lebih penting adalah ketika kita masuk dan merasa semuanya ada di tempat yang tepat. Nyaman, ada privasi, dan kita bisa membayangkan kehidupan sehari-hari berjalan di dalamnya,” katanya.
Selain memperhatikan tata ruang, pengembangan kawasan tersebut mencakup sejumlah fasilitas, mulai dari jaringan utilitas bawah tanah (underground utilities), keamanan di gerbang utama, lapangan basket, hingga area bermain anak. Lokasinya di kawasan Margasatwa, Pondok Labu, juga memiliki akses menuju fasilitas pendidikan, pusat aktivitas, dan berbagai kebutuhan sehari-hari di Jakarta Selatan.
Dalam memperkenalkan proyek tersebut, Pranara Land menerapkan pendekatan melalui program Pranara Living Experience. Program ini mengundang calon penghuni, agen properti, dan mitra dalam kelompok kecil untuk melihat langsung kondisi rumah, memahami detail ruang, serta merasakan suasana hunian.
Andi menilai kunjungan langsung menjadi bagian penting dalam proses memilih rumah karena kenyamanan sebuah hunian tidak selalu dapat dinilai hanya melalui gambar maupun rancangan denah.
“Kami percaya rumah tidak bisa sepenuhnya dinilai dari gambar atau floor plan. Ada hal-hal yang baru terasa ketika kita berada di dalamnya, berjalan dari satu ruang ke ruang lain, lalu mulai membayangkan bagaimana rasanya tinggal di sana,” ujarnya.
Pengembangan 17 unit rumah di Cilandak juga menjadi kelanjutan ekspansi Pranara Land di Jakarta setelah mengawali proyeknya melalui dua hunian di Kebayoran. Perusahaan memilih pertumbuhan secara bertahap dengan tetap menitikberatkan pada kualitas bangunan, fungsi ruang, dan kenyamanan penghuni. (Z-10)
