
WAKIL Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurafiq menginstruksikan pengerahan alat berat dengan melibatkan Brigade Pangan untuk membantu mengatasi kabut asap dampak praktik pembersihan lahan pertanian dengan cara membakar yang masih marak terjadi di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan hasil identifikasi darat dan udara (drone) kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada blok-blok sumber kabut asap di Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, diketahui lebih dari separuh areal yang didominasi lahan pertanian sawah tersebut sudah terbakar. Tim juga menemukan praktik pembersihan lahan pascapanen maupun lahan gagal panen akibat kemarau sengaja dibakar.
“Kita telah instruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel untuk pengerahan alat berat untuk membalik lahan dan melibatkan Brigade Pangan di Kabupaten Banjar membantu kebakaran para areal persawahan tersebut. Dengan pengerahan alat berat maka petani tidak ada kesempatan membakar lahan, sekaligus membantu proses pengolahan lahan pertanian untuk persiapan musim tanam selanjutnya,” tegas Hanif saat memimpin Rakor Strategi Penanganan Karhutla Kalsel, Sabtu (10/10).
Terdata ada sekitar 8.500 hektare areal persawahan dimana lebih separuhnya sudah terbakar. Lahan persawahan ini didominasi lahan mineral dan gambut tipis. Hingga kini kawasan tersebut masih terbakar, walau kabut asap yang ditimbulkan tidak separah kebakaran pada areal lahan gambut.
Pengerahan alat berat dan Brigade Pangan ini juga didasari kondisi terbatasnya sumber air sungai dan irigasi, serta lokasi yang sulit dijangkau untuk memadamkan api.
“Pemadaman kebakaran lahan pertanian oleh Satgas darat dan udara dinilai kurang efektif dan akan menguras banyak anggaran. Sehingga kita sepakati menggunakan alat berat, dimana pembiayaan BBM, upah operator dan brigade pangan disuport pemerintah dan swasta,” tutur Hanif.
Sebanyak 35 alat berat dan puluhan kelompok Brigade Pangan akan diterjunkan pada aksi pengolahan lahan pertanian, sekaligus pemadaman kebakaran pada blok lahan pertanian Kecamatan Gambut dan Sungai Tabuk ini. Penanganan Karhutla di kawasan ini ditargetkan selesai dalam waktu sepekan ke depan.
“Luas lahan yang belum terbakar tersisa 865 hektar, 90 persennya sudah habis terbakar,” kata Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman.
Ia mengatakan pihaknya juga memberi kesempatan petani untuk memanen lahan siap panen. Pada bagian karhutla dan kabut asap masih melanda sejumlah wilayah di Kalsel. Stasiun Klimatologi Kalsel mencatat kualitas udara rata-rata di wilayah tersebut dalam dua hari terakhir berada pada level Tidak Sehat hingga Berbahaya (hitam).
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Ahmad Zulfian Noor mengatakan, pada Jumat (9/10) terjadi delay sejumlah jadwal penerbangan karena pekatnya kabut asap yang berlangsung sepanjang hari. Sementara pada Sabtu (10/10) penerbangan relatif lancar meski kabut asap tetap menyelimuti udara Kota Banjarbaru dan Banjarmasin. (DY/E-4)
