Park Jin-young Bantah Tuduhan Keistimewaan JYP di Proyek FANOMENON
Pendiri JYP Park Jin-young.(Dok. The Korea Times)

Pendiri JYP Entertainment, Park Jin-young, secara tegas membantah tudingan bahwa agensinya mendapatkan perlakuan khusus dalam persiapan FANOMENON, sebuah proyek festival K-pop berskala besar yang didukung pemerintah Korea Selatan. Bantahan tersebut disampaikan Park saat menghadiri audit parlemen di Majelis Nasional Korea Selatan pada Rabu (7/10).

Dalam forum tersebut, Park yang juga menjabat sebagai wakil ketua bersama Komite Pertukaran Budaya Populer menjelaskan posisi JYP dalam proyek tersebut. FANOMENON sendiri dijadwalkan berlangsung pada 2-12 Desember 2027 di Seoul Arena dan KINTEX, Goyang.

Festival ini diproyeksikan menarik 520.000 pengunjung dengan potensi dampak ekonomi mencapai lebih dari 1 triliun won.

Pengorbanan Empat Agensi Besar

Park menegaskan bahwa keterlibatan empat perusahaan hiburan raksasa—HYBE, YG Entertainment, SM Entertainment, dan JYP Entertainment—bukan semata-mata demi keuntungan bisnis. Menurutnya, jika hanya mempertimbangkan profit, keempat agensi tersebut bisa memilih kegiatan lain yang jauh lebih menguntungkan secara finansial.

Ia menilai FANOMENON memiliki visi yang lebih luas untuk menciptakan efek domino bagi industri Korea, mencakup sektor fesyen, makanan, kecantikan, hingga pariwisata.

“Proyek ini menggabungkan kekuatan fandom dengan berbagai industri kreatif dan gaya hidup Korea,” jelasnya merujuk pada konsep festival K-culture tersebut.

Klarifikasi Hak Merek Luar Negeri

Selain isu keistimewaan, Park juga mengklarifikasi persoalan pengajuan hak merek FANOMENON oleh JYP di Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko. Ia mengakui prosedur tersebut tidak lazim untuk program dukungan pemerintah, namun langkah itu diambil demi mengamankan nama merek dari pihak lain.

Park memastikan bahwa JYP akan mengalihkan hak merek tersebut kepada badan khusus penyelenggara setelah badan resmi terbentuk. Hal ini sejalan dengan mekanisme pengelolaan yang telah ditetapkan oleh Komite Pertukaran Budaya Populer.

Pemerintah Korea Selatan berencana membawa FANOMENON ke kancah internasional setelah penyelenggaraan perdana di Seoul. Los Angeles diproyeksikan menjadi lokasi awal festival di luar negeri pada Mei 2028. Strategi ini bertujuan memperluas pengaruh budaya Korea sekaligus menarik wisatawan mancanegara.

Menutup pernyataannya, Park Jin-young menekankan bahwa keterlibatannya tidak didasari oleh kepentingan politik maupun keuntungan pribadi. Ia berharap keberhasilan proyek ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri kreatif Korea Selatan secara keseluruhan. (The Korea Times/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *