
HARGA pangan di Kota Batam terpantau bergerak relatif stabil pada Kamis (8/10/2026). Penurunan harga terjadi pada komoditas cabai merah yang terkoreksi sebesar 4,1 persen dibandingkan hari sebelumnya, meskipun secara nominal harganya masih tergolong tinggi bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia terhadap data harga pangan di Batam per 8 Oktober 2026, rata-rata harga cabai merah kini tercatat sebesar Rp88.350 per kilogram. Sehari sebelumnya, harga komoditas ini sempat bertahan di atas level tersebut sebelum akhirnya mengalami penurunan.
Tren penurunan juga diikuti oleh cabai rawit. Komoditas yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga ini tercatat berada di kisaran Rp77.900 per kilogram, atau turun 3,4 persen dibandingkan harga pada hari sebelumnya.
Meski mengalami penurunan, harga cabai tetap menjadi perhatian serius bagi konsumen. Dengan harga yang masih mendekati angka Rp90 ribu per kilogram, sebagian warga memilih untuk membatasi jumlah pembelian guna menjaga stabilitas pengeluaran harian.
“Cukup untuk kebutuhan memasak beberapa hari saja. Kalau harganya sudah benar-benar turun, baru bisa beli lebih banyak,” ujar Artha, seorang konsumen di kawasan Batam Centre, Kamis (8/10).
Faktor Pasokan dan Distribusi
Dari sisi pedagang, fluktuasi harga cabai sangat bergantung pada kelancaran pasokan yang masuk ke pasar. Tukino (33), seorang pedagang sayuran di Batam, menjelaskan bahwa harga di tingkat pedagang akan lebih mudah melandai jika pasokan dari daerah pengirim tersedia dalam jumlah banyak.
“Kalau barang masuk banyak, harga biasanya ikut turun. Tetapi kalau pasokan sedikit, harga dari pemasok cepat sekali naik,” ungkap Tukino.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan lainnya terpantau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Berikut adalah rincian harga rata-rata komoditas pangan di Batam per 8 Oktober 2026:
| Komoditas | Harga Rata-rata (per Kg) |
|---|---|
| Bawang Merah | Rp34.650 |
| Bawang Putih | Rp26.500 |
| Telur Ayam | Rp28.350 |
| Daging Ayam | Rp37.000 |
| Daging Sapi | Rp126.650 |
| Beras | Rp15.150 |
| Minyak Goreng | Rp21.150 |
| Gula Pasir | Rp17.600 |
Menjaga Daya Beli
Pergerakan harga ini menunjukkan belum adanya kenaikan serentak pada kebutuhan pangan utama di Batam. Namun, harga di tingkat konsumen tetap bervariasi antar-pasar, yang dipengaruhi oleh lokasi, biaya distribusi, serta harga beli dari pemasok.
Kelancaran distribusi menjadi faktor krusial mengingat Batam masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Pedagang berharap pasokan dari daerah penghasil tetap stabil agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani daya beli masyarakat.
Kestabilan harga pangan dinilai penting untuk menjaga ekonomi rumah tangga. Jika terjadi kenaikan harga pada banyak komoditas secara bersamaan, konsumen cenderung akan mengurangi volume pembelian, yang pada akhirnya berdampak pada perputaran ekonomi di pasar tradisional maupun ritel. (H-3)
