Dokter Jelaskan Kaitan Kebiasaan Makan Keluarga dengan Kecerdasan  Sosial Anak
Ilustrasi kebiasaan makan anak(Magnific)

AHLI kesehatan masyarakat Ray Wagiu Basrowi mengatakan kebiasaan makan keluarga berkaitan dengan pembangunan kecerdasan intelektual maupun emosional anak. 

Kebiasaan makan bersama keluarga, kata dia, membuat pemenuhan aspek-aspek penting dalam membangun kecerdasan anak, yakni nutrisi, stimulasi emosi, dan sosialisasi. 

” Ketika kita memberlakukan perilaku makan yang baik pada anak kita bisa nembak sekaligus tiga jalur itu,” ucap dia dalam diskusi di Jakarta, Kamis (8/10) 

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyampaikan nutrisi dari makanan sehat bergizi seimbang yang disajikan saat makan bersama keluarga, dapat memenuhi kebutuhan biologis untuk menunjang pembangunan kecerdasan intelektual.

Kebiasaan makan bersama keluarga, sambung dia, juga menghadirkan momentum untuk menstimulasi kemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional anak. 

Orangtua bisa membiarkan anak mengambil makanan sendiri, mengajak anak mengobrol, merespons celotehan anak, atau mengajari anak berbagi untuk menstimulasi kemampuan dasar anak.

Di samping itu, kata dia, anak-anak bisa belajar bersosialisasi saat makan dan berinteraksi bersama anggota keluarga yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengatakan bahwa makan bukan hanya proses pemenuhan kebutuhan tubuh manusia. 

“Mengutip sahabat saya Prof. Komaruddin Hidayat, dia bilang makan adalah peristiwa sosial. Jadi bukan cuma makan doang. Makan apa? Bersama siapa? Jumlahnya bagaimana? Itu semua bisa membuat kita happy,” ujar Ratih.

“Pernah enggak kita tidak nafsu makan meski kita sendirian? Kebayang tidak kalau anak tidak belajar ini dan orang tua malah cuekin, dia sibuk sama HP,” imbuhnya.

Dokter Ray mengatakan bahwa anak-anak bisa mempelajari nilai-nilai sosial penting dari interaksi antara ayah, ibu, dan anggota keluarga yang lain saat makan bersama keluarga. Ia mengimbau orangtua untuk mengupayakan minimal sekali dalam sehari makan bersama anak di meja makan. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *