
ROBOT jelajah (rover) Curiosity milik badan penerbangan dan antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membagikan hasil pindaian lanskap Planet Merah yang menakjubkan. Panorama terbaru yang dirilis oleh NASA menampilkan pemandangan tebing-tebing batu yang terukir oleh terpaan angin saat fajar menyingsing di Mars.
Foto panorama tersebut diabadikan pada pukul 08.30 pagi waktu lokal Mars. Pencahayaan matahari pagi yang masih rendah menciptakan bayangan kontras pada deretan tebing tebal dan runcing yang dikenal sebagai yardang. Struktur geologis ini telah lama menjadi target pengamatan para ilmuwan misi Mars Science Laboratory.
Gambar ini diambil saat Curiosity terus melanjutkan pendakiannya di Mount Sharp (Gunung Sharp), sebuah gunung setinggi sekitar 5 kilometer yang berada di tengah Kawah Gale. Lokasi yardang tersebut berada di lereng bagian barat daya gunung, di mana proses erosi angin selama miliaran tahun mengikis lapisan batuan sedimen tua.
Pemandangan ini memberikan gambaran paling detail yang pernah ditangkap dari kejauhan mengenai lapisan batuan yardang. Lapisan ini diyakini menyimpan petunjuk penting mengenai transisi iklim kuno Mars, dari wilayah yang dahulunya kaya akan air hingga menjadi planet yang kering dan gersang.
Pemandangan fajar yang ditangkap kamera navigasi Curiosity tidak hanya menyajikan nilai keindahan estetis, tetapi juga menyediakan data visual berharga bagi tim pengarah di Bumi. Informasi peta visual tersebut digunakan para ilmuwan untuk merencanakan rute perjalanan aman yang akan dilalui rover saat bergerak mendekati area tebing batu tersebut.
Misi Curiosity yang mendarat di Mars sejak 2012 kini telah mencatatkan pencapaian elevasi signifikan. Misi ini terus meneliti bagaimana lingkungan purba di planet tersebut bertransformasi, sekaligus mengumpulkan wawasan ilmiah tentang sejarah geologi Planet Merah. (NASA/Z-2)
