Waspada Fatty Liver, Perlemakan Hati Bisa Berkembang Jadi Sirosis tanpa Gejala
Ilustrasi( Magnific)

KONDISI tubuh yang terasa sehat bukan jaminan bahwa organ hati dalam keadaan baik. Fatty liver atau perlemakan hati merupakan penyakit “senyap” yang dapat berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Jika dibiarkan, penumpukan lemak ini berisiko memicu peradangan, fibrosis (jaringan parut), hingga tahap akhir berupa sirosis.

Perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya berlangsung sangat perlahan, sehingga sulit disadari oleh penderitanya. Sering kali, seseorang baru menyadari adanya masalah pada hati ketika kerusakan yang terjadi sudah masuk kategori berat.

Mengenal MASLD dan MASH

Dalam dunia medis, perlemakan hati yang berkaitan dengan gangguan metabolisme dikenal dengan istilah metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD). Pada tingkat yang lebih serius, kondisi ini dapat berkembang menjadi metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH).

MASH terjadi ketika penumpukan lemak sudah disertai dengan peradangan dan kerusakan sel hati. Berdasarkan data dari American Liver Foundation, baik MASLD maupun MASH biasanya tidak menimbulkan gejala yang khas. Beberapa orang mungkin hanya merasakan kelelahan kronis atau rasa tidak nyaman di perut bagian kanan atas, namun keluhan ini tidak selalu muncul pada setiap pasien.

Tahapan Perkembangan Penyakit

Tanda-tanda klinis yang lebih jelas biasanya baru muncul saat penyakit telah mencapai tahap sirosis. Gejala tersebut meliputi:

  • Pembengkakan pada area perut.
  • Warna kulit dan mata yang menguning (jaundice).
  • Mudah mengalami memar atau perdarahan.
  • Munculnya rasa bingung atau gangguan kognitif.

Laporan dari The Medical Journal of Australia (MJA) menunjukkan bahwa perkembangan fibrosis pada penderita perlemakan hati umumnya berlangsung lambat, namun progresif. Berikut adalah estimasi perkembangan risiko berdasarkan data MJA:







Kondisi/Tahapan Estimasi Waktu / Risiko
Peningkatan satu tahap fibrosis Rata-rata 10 tahun (pada fibrosis awal)
Fibrosis tahap 0 atau 1 ke sirosis 6–15% pasien dalam waktu 5 tahun
Kelompok Risiko Tinggi Penderita Diabetes Tipe 2

Pentingnya Deteksi Dini

Perjalanan penyakit hati sangat bervariasi pada setiap individu. Meskipun rata-rata membutuhkan waktu satu dekade untuk memburuk, pada sebagian orang, kerusakan dapat berkembang jauh lebih cepat. Gejala fisik tidak bisa dijadikan indikator tunggal untuk mengukur tingkat kerusakan hati.

Oleh karena itu, pemeriksaan medis secara rutin sangat disarankan, terutama bagi individu dengan faktor risiko metabolik. Penilaian risiko fibrosis kini dapat dilakukan melalui metode noninvasif seperti pemeriksaan FIB-4. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi, dokter biasanya akan merekomendasikan evaluasi lanjutan untuk mencegah komplikasi sirosis yang permanen. (Sumber: The Medical Journal of Australia (MJA), American Liver Foundation)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *