Klarifikasi soal Minta Gibran Diganti, Syahganda: Dulu Begitu, Sekarang Saya di Pemerintahan
Syahganda Nainggolan(MI/Mohamad Irfan)

KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, memberikan klarifikasi terkait potongan video beredar yang memperlihatkan dirinya pernah melontarkan wacana pergantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Syahganda menegaskan bahwa rekaman tersebut diambil sebelum dirinya masuk dalam jajaran struktur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Syahganda menjelaskan bahwa sikap politik dan sudut pandangnya kini tegak lurus dengan seluruh kebijakan Presiden Prabowo sejak dipercaya menjadi Kepala Bakom. Ia menyayangkan narasi dari sejumlah media yang kembali mengungkit rekaman lama tanpa memperhatikan konteks waktu.

“Memang dulu saya begitu, di luar sistem pemerintahan. Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden. Ya kan? Saya nggak bisa, misalkan punya ide yang beda. Kalau Bapak Presiden misalkan punya ide apa, ya saya harus ngikutin. Jadi itu, sekali lagi ya memang kita sesalkan ada media-media yang masih tidak bertanggung jawab seperti itu,” ujar Syahganda di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Saat dikonfirmasi mengenai keselarasan sikap politiknya terhadap Presiden dan Wakil Presiden, Syahganda menekankan bahwa institusi pemerintahan bergerak dalam satu komando yang solid. Ia meluruskan bahwa kepemimpinan Prabowo-Gibran merupakan satu kesatuan kepemimpinan nasional yang saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Saya ini kan pemerintah. Saya pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran, ya kan? Dan kita menjalankan itu. Intinya di situ,” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai waktu pengambilan video tersebut, Syahganda mengaku tidak tahu pasti tanggal penayangannya. Namun, ia memastikan rekaman itu dibuat jauh sebelum ia dilantik menjadi bagian dari Badan Komunikasi Pemerintah.

“Saya enggak tahu, tapi itu udah lama. Setahu saya mungkin udah dua minggu, sebulan sebelum saya masuk struktur pemerintahan lah,” pungkas Syahganda.

Sebelumnya, Syahganda menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah saatnya diganti. Dia menyebut, polemik terkait Gibran tidak akan selesai jika persoalan tersebut tidak diselesaikan. Pernyataan itu disampaikan Syahganda dalam podcast Refly Harun berjudul “JOKOWI INI GAK ADA GUNANYA!” SYAHGANDA NAINGGOLAN UNGKAP OBROLAN DI RUMAH PRABOWO!

“Ini Wapresnya enggak ada wibawa. Makanya saya bilang sebenarnya saatnya juga Wapres itu diganti, Gibran ini sudahlah enough is enough. Anda itu kan gak pantas lagi, sudah jelas cacat ijazah, cacat konstitusi dan lain-lain, sudah selesai aja,” kata Syahganda.

Syahganda menilai, posisi wakil presiden seharusnya dapat membantu presiden menjalankan pemerintahan. Dia membandingkan peran wapres pada pemerintahan sebelumnya seperti Jusuf Kalla dan Budiono, yang menurutnya menangani sejumlah persoalan ketika presiden menghadapi situasi tertentu.

“Kalau Prabowo di luar negeri dia bisa bekerja misalnya gitu. Kalau Prabowo ke Indonesia Timur dia bisa Indonesia Barat. Kalau Prabowo urusan udara, dia bisa urusan laut misalnya kayak gitu,” kata dia.

“Sekarang ada gempa bumi, ada Krakatau meletus, ada ini, Wapresnya gak bekerja. Gunting pita pun gak mungkin, karena untuk gunting pita dalam suatu proyek-proyek besar, seorang Wapres itu harus berwibawa, ini Wapresnya gak wibawa,” ujar Syahganda. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *