Hilirisasi 28 Komoditas Ditargetkan Kerek Nilai Ekspor hingga Dua Kali Lipat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).(MI/IHFA FIRDAUSYA)

Pemerintah telah menyiapkan peta jalan hilirisasi 28 komoditas di delapan sektor hingga 2040-2045. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target hilirisasi itu untuk mendorong agar kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) bisa lebih tinggi dari 20%.

Adpaun Investasi yang dibutuhkan untuk 28 komoditas itu adalah US$618 miliar. Airlangga menyebut hilirisasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan ekspor menjadi US$857,6 miliar dan dengan nilai tambah US$235,9 miliar.

“Ekspor kita itu mendekati US$500 miliar. Jadi sebetulnya kalau dengan hilirisasi ini ekspor kita bisa double dari angka tersebut,” ujar Airlangga BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Ia mencontohkan dampak hilirisasi dari nikel yang ekspornya sekarang rata-rata di tahun lalu mencapai US$34 miliar dari 2016 yang hanya US$1,3 miliar. Jadi ini sudah kenaikan hampir 30 kali.

“Kemudian kelapa sawit yang turunannya sudah US$208 miliar, eksportnya juga sekitar itu. Kemudian kelapa yang sebetulnya sudah lebih dulu, nah sekarang eksportnya juga tumbuh hampir 50% ke US$2,39 miliar di tahun 2025,” ujarnya.

Dari segi lapangan kerja, hilirisasi diharapkan bisa mempekerjakan 3 juta tenaga kerja.

“Investasi ke depan ditargetkan bisa Rp3.800 triliun dalam 4 tahun ke depan. Realisasi hilirisasi di semester I Rp300 triliun, naik 6,9% atau 7% dibandingkan dengan tahun lalu,” papar Airlangga.

Di sisi lain, investasi di luar Jawa mencapai sudah 75,7%. Pasalnya, kata Airlangga, sebagian dari bahan baku mineral berada di luar Jawa.

“Jadi pembagiannya kalau di Jawa itu manufaktur, di luar Jawa itu sumber daya mineral atau sumber daya alam base. Itu yang mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi ataupun di wilayah Maluku dan Papua bisa bergerak double digit,” ungkap Airlangga.

Ia mencontohkan investasi terutama nickel-base di Sulawesi Tengah sudah mencapai Rp56,1 triliun dan di Maluku Rp53,9 triliun. “Ini menumbuhkan pertumbuhan baru, sebagai contoh di Maluku Utara jumlah pekerjanya pun sudah lebih dari 25.000 di salah satu kawasan,” kata Airlangga.

Ia juga memastikan bahwa hilirisasi bukan hanya mineral tetapi juga komoditas-komoditas sumber daya yang renewable.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *