Rekaman CCTV Dibuka, Ungkap Kronologi dan Pergerakan Sutrimo sebelum Meninggal Dunia
Konferensi pers Polda Metro Jaya.(Dok. Antara)

PENYELIDIKAN melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) dan sistem tilang elektronik (ETLE) mengungkap secara rinci kronologi pergerakan Sutrimo sebelum dievakuasi dalam kondisi darurat di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7) pagi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menjelaskan, berdasarkan data linimasa kejadian yang dihimpun, korban dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans bernomor polisi B 1418 KIX pada pukul 09.03 WIB.

“Sebelum insiden tersebut, korban terpantau beraktivitas sepanjang malam dan sempat berganti tiga sepeda motor yang berbeda di sekitar kawasan Petogogan dan Radio Dalam,” katanya di Jakarta, Rabu (30/9).

Linimasa Pergerakan Korban

Rangkaian peristiwa bermula pada Rabu (22/7) malam pukul 21.20 WIB, ketika sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 3205 EAL yang dikendarai korban mogok di depan Klinik SAS. Sepuluh menit berselang, seorang rekan korban datang menaiki Honda Supra B 6978 SS untuk membantu mendorong motor korban menyusuri Jalan Petogogan I hingga melewati Jalan Radio III.

Memasuki Kamis (23/7) dini hari pukul 00.35 WIB, korban kembali terekam kamera menggunakan kendaraan berbeda, yakni Yamaha Jupiter merah bernomor polisi B 3888 NDI. Korban tampak melintasi Jalan Petogogan II dan area Klinik Skinesio, lalu sempat singgah di Klinik Morden pada pukul 00.37 WIB sebelum bergerak menuju arah Jalan Radio III dua menit kemudian.

“Pergerakan korban berlanjut pada pukul 01.22 WIB dengan kembali berganti kendaraan menggunakan Yamaha NMAX bernomor polisi B 4184 SJK. Dalam rentang waktu hingga pukul 03.00 WIB, korban terekam berulang kali melintasi Jalan Petogogan I, kawasan Klinik SAS, dan Jalan Radio IV,” papar Anom.

Pada pukul 03.11 WIB, korban yang berboncengan dengan rekannya melintas dari perempatan Radio Dalam menuju Jalan Kramat Pela, memutar balik, dan berhenti di sebuah warung Pecel Lele Sambel Setan di Jalan Radio Dalam Raya. Mereka menghabiskan waktu sekitar 27 menit di lokasi tersebut sebelum bergerak menuju arah Jalan KH Ahmad Dahlan pada pukul 03.38 WIB.

Detik-Detik Sebelum Evakuasi

Aktivitas terakhir korban sebelum insiden terekam pada pukul 05.30 WIB. Korban terpantau melintasi Jalan Kramat Pela dan berhenti tepat di depan TKP dengan masih mengendarai Yamaha NMAX B 4184 SJK.

Selang tiga jam kemudian, tepatnya pada pukul 08.53 WIB, satu unit ambulans tiba di lokasi. Tim medis kemudian membawa korban keluar dari lokasi kejadian pada pukul 09.03 WIB untuk mendapatkan penanganan medis di RS Muhammadiyah Taman Puring.

“Rangkaian rekaman visual ini menjadi petunjuk utama dalam merekonstruksi jam-jam krusial korban sebelum kejadian,” jelas Anom.

Sutrimo diketahui merupakan kepala rumah tangga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Ia ditemukan meninggal dunia secara mendadak pada Juli 2026.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo telah mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengajukan permohonan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) guna mempertanyakan kejelasan hasil ekshumasi jenazah korban. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *