
Keamanan trading sering dipahami sebagai upaya mencegah orang lain masuk ke akun. Perlindungan itu penting, tetapi ada sisi lain yang kerap terlewat: seberapa besar kendali yang benar-benar dimiliki seorang trader atas akun dan posisinya sendiri.
Di komunitas trader Indonesia, tawaran untuk menyerahkan kendali akun dapat muncul dalam berbagai bentuk. Ada pihak yang mengaku sebagai “manajer akun” profesional di Instagram atau WhatsApp, menjanjikan keuntungan puluhan persen per bulan, lalu meminta akses penuh ke akun trading.
Ada pula modus grup sinyal berbayar yang mengandalkan pendapatan dari biaya langganan ribuan anggota, bukan hasil transaksi dari sinyal yang ditawarkan. Dalam kasus lain, penyetoran dana berjalan lancar, tetapi ketika dana hendak ditarik, alasan penundaan muncul satu demi satu.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa risiko kehilangan uang tidak selalu bermula dari akun yang diretas. Risiko juga dapat muncul ketika trader menyerahkan kendali kepada pihak lain.
Dalam aktivitas transaksinya sendiri, trader juga menghadapi risiko ketika tidak menetapkan batas yang jelas mengenai kapan sebuah posisi perlu ditutup.
Karena itu, perlindungan akses akun perlu berjalan bersama kemudahan bagi trader untuk mengelola posisinya sendiri. Dua kebutuhan ini menjadi fokus pembaruan aplikasi Android Finex, 10 September.
Melalui autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA), Finex menambahkan lapisan verifikasi untuk membantu melindungi akun dari akses tanpa izin, termasuk ketika kata sandi diketahui pihak lain.
Sementara itu, fitur manajemen stop-loss dan take-profit langsung dari grafik harga atau chart memudahkan trader menentukan level penutupan posisi tanpa harus berpindah layar.
“Keamanan bukan cuma soal mencegah orang lain masuk. Ini juga soal memastikan trader punya kendali penuh atas akun dan posisinya sendiri,” ujar Agung Wisnuaji, Direktur Utama Finex, Rabu (30/9/2026) dalam keterangannya. “Itu sebabnya kami memperbarui dua hal ini bersamaan,” tambahnya.
Menurut Agung, kedua fitur tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi: memperkuat perlindungan akses akun dan memudahkan trader menentukan batas posisinya di pasar langsung dari chart, tanpa proses yang berbelit.
Pembaruan ini juga mencakup penyempurnaan proses deposit, penarikan dana, dan verifikasi akun, sehingga trader memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai status setiap permintaan yang mereka ajukan.
Tidak ada fitur yang dapat menghilangkan risiko trading sepenuhnya. Lapisan keamanan juga tidak dapat menggantikan kehati-hatian ketika seseorang secara sukarela menyerahkan kendali akun kepada pihak lain. Yang dapat dilakukan sebuah platform adalah menyediakan perangkat yang membantu trader mempertahankan kendali atas akunnya dan menjalankan keputusan pengelolaan posisi saat pasar bergerak cepat.
Di industri dengan penawaran produk yang sering terlihat serupa, kemudahan memegang kendali menjadi pembeda yang terasa ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana. Bagi trader, manfaatnya hadir saat mereka perlu melindungi akses, mengatur batas posisi, atau mengetahui status dana yang sedang diproses.
PT Finex Bisnis Solusi Futures (Finex) adalah pialang berjangka Indonesia yang menyediakan layanan perdagangan forex dan CFD. Finex berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI), sesuai lingkup kewenangan masing-masing. Finex merupakan anggota Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).(H-2)
