
PEMERINTAH koalisi kiri Spanyol resmi menyetujui paket kebijakan perumahan baru yang ambisius pada Selasa (29/9). Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap gelombang protes nasional yang dipicu oleh penggusuran paksa seorang wanita berusia 87 tahun, Maricarmen Abascal, dari rumahnya di Madrid, pekan lalu.
Menteri Kesehatan Mónica García menyatakan bahwa langkah-langkah ini dirancang untuk memberikan bantuan kepada lebih dari 5 juta warga yang terdampak krisis properti. Kebijakan tersebut mencakup larangan penggusuran hingga 2030, perpanjangan kontrak sewa hingga 2028, serta regulasi ketat terhadap penyewaan jangka pendek dan kamar.
“Sudah waktunya untuk melakukan intervensi di pasar perumahan spekulatif dan mulai menciptakan keseimbangan antara warga biasa dengan dana burung bangkai (vulture funds),” tegas García, merujuk pada perusahaan investasi besar yang membeli properti untuk keuntungan maksimal.
Simbol Perlawanan: Kasus Maricarmen Abascal
Krisis ini memuncak setelah video penggusuran Maricarmen Abascal viral. Abascal, yang telah menempati apartemennya sejak 1956, terpaksa dikeluarkan dengan tandu dan dilarikan ke rumah sakit setelah perusahaan investasi Urbagestión menaikkan harga sewa melampaui nilai pensiunnya. Meski kini ia telah mencapai kesepakatan untuk kembali ke rumahnya, kasusnya telah menjadi katalisator bagi ribuan orang untuk turun ke jalan di Madrid, Barcelona, hingga Sevilla.
Menteri Perumahan Isabel Rodríguez mendesak parlemen untuk mendukung dekrit ini. “Kongres memiliki kesempatan untuk memberi tahu Maricarmen bahwa penderitaannya tidak sia-sia,” ujarnya.
Tantangan Politik dan Data Krisis
Meskipun dekrit ini berlaku segera, pemerintahan minoritas Pedro Sánchez harus mendapatkan persetujuan Kongres dalam waktu 30 hari. Tantangan besar datang dari partai sayap kanan dan nasionalis Catalan, Junts. Míriam Nogueras dari Junts mengkritik kebijakan ini karena dianggap menyamaratakan pemilik properti kecil dengan dana investasi besar, yang berisiko merugikan warga yang menginvestasikan tabungan mereka di sektor properti.
Kondisi pasar properti di Spanyol saat ini memang berada pada titik kritis. Berikut adalah data statistik yang menggambarkan tingkat kesulitan hunian di negara tersebut:
| Indikator | Data / Statistik |
|---|---|
| Kekurangan Hunian (Estimasi Bank of Spain) | 700.000 unit rumah |
| Kenaikan Harga Rumah (Q2 2026 – INE) | 12,2% (YoY) |
| Kenaikan Biaya Sewa Nasional (2025) | 8,5% |
| Harga Sewa Tertinggi (Barcelona) | Rp400.000-an (€23,80) per m² |
| Harga Sewa Tertinggi (Madrid) | Rp380.000-an (€22,70) per m² |
Selain larangan penggusuran, pemerintah juga melarang perusahaan investasi untuk membeli properti hunian guna menekan spekulasi. Menteri Hak Sosial, Pablo Bustinduy, menyebut langkah ini sebagai “langkah awal menuju transformasi ekonomi dan sosial negara.”
Namun, para aktivis dari Serikat Penyewa Madrid memperingatkan bahwa perjuangan baru saja dimulai dan menyerukan aksi protes lebih lanjut pada akhir pekan mendatang untuk memastikan detail kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat kecil. (bbc/Z-1)
