
PERUBAHAN iklim semakin menambah tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Fenomena El Nino dengan intensitas ekstrem, yang kerap disebut sebagai El Nino Godzilla, dapat meningkatkan risiko kekeringan dan tekanan lingkungan terhadap tanaman, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan ketersediaan pangan.
Dalam kondisi tersebut, inovasi yang membantu tanaman menghadapi stres lingkungan menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian. Tidak kalah penting, inovasi tersebut perlu hadir lebih dekat dengan petani agar pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Semangat inilah yang dibawa dalam perjalanan Mobil Aktivasi CUPRINOMAT® bertema Perjalanan Pertumbuhan, yang menempuh 5.108 kilometer dari Medan, Sumatra Utara, hingga Sidrap, Sulawesi Selatan, dan melintasi lebih dari sembilan kota. Pada akhirnya perjalanan ini meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori “Sosialisasi Produk Biostimulan Tanaman (CUPRINOMAT®) Secara Seri melalui Jalur Darat Menempuh JarakTerjauh.”
CUPRINOMAT® merupakan biostimulan yang mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro yang bekerja secara sinergis untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan, dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi.
Kemampuan tanaman untuk tetap tumbuh dan berproduksi di tengah tekanan lingkungan menjadi semakin penting ketika petani menghadapi kondisi seperti El Niño ekstrem seperti saat ini. Dengan membantu tanaman menghadapi stres dan mengoptimalkan pemanfaatan nutrisi, teknologi biostimulan dapat menjadi salah satubagian dari pendekatan budi daya untuk mempertahankan produktivitas tanaman dan mendukung keberlanjutan pasokan pangan.
“Perjalanan 5.108 kilometer ini menunjukkan bahwa inovasi akan lebih berarti ketika dapat hadir dekat dengan petani. Kami tidak hanya membawa produk, tetapi juga membuka ruang untuk berdialog, berbagi pengetahuan, dan memahami kebutuhan petani di berbagai daerah. Penghargaan MURI menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang telah bekerja keras bersama,” ucap National Sales Head Syngenta Indonesia Fauzi Tubat dikutip Rabu (30/9).
Penghargaan MURI tersebut diserahkan dalam rangkaian Festival Padi Petani MAJU 2026, yang berlangsung pada 22–24 September 2026 lalu.
Sepanjang perjalanan, Mobil Aktivasi CUPRINOMAT® menjadi sarana untuk berinteraksi dengan petani dan pemangku kepentingan di berbagai daerah. Selain memperkenalkan solusi biostimulan, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan mengenai bagaimana petani dapat menghadapi berbagai tantangan budi daya, termasuk tekanan lingkungan akibat perubahan iklim.
Dalam konteks pencapaian swasembada pangan, peningkatan produktivitas perlu berjalan seiring dengan kemampuan petani beradaptasi terhadap perubahan iklim, pemanfaatan teknologi yang tepat, serta kolaborasi berbagai pihak.
“Kami percaya inovasi dimulai dari petani. Ketika kita memahami kebutuhan mereka dan membawa solusi yang relevan lebih dekat kelapangan, kita dapat menciptakan dampak yang lebih nyata. Perjalanan ini menunjukkan bahwa dengan bekerja sebagai United One Team, kita dapat bergerak lebih jauh dan menjangkau lebih banyak petani,” kata Biological and Seedcare Manager Syngenta Indonesia Faizal Abrudin.
Melalui semangat Petani MAJU, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan pertanian membutuhkan gerak bersama. Pemerintah, peneliti, penyuluh, pelaku industri, dan petani memiliki peran masing-masing dalam memastikan inovasi dapat diterapkan dan memberikan manfaat di tingkat lahan. (E-4)
