Dorong Investasi Hijau, Bali Optimalkan Ekosistem Mangrove
Aksi menanam mangrove di Arboretum Mangrove Park, Bali, Selasa (29/9) .(Ist)

MENANAM mangrove di Bali bukan lagi sekadar aksi penghijauan rutin. Upaya menjaga ekosistem pesisir tersebut kini mulai diarahkan menjadi bagian penting dari ekonomi rendah karbon melalui pengembangan blue carbon.

Pesan tersebut mengemuka dalam Bali World of Care – Leadership Mangrove Planting Programme yang digelar di Arboretum Mangrove Park, Bali, Selasa (29/9).

Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, komunitas Mangrove Ranger, hingga pegiat lingkungan. Sinergi ini bertujuan mendorong aksi konservasi agar tidak berhenti pada tahap penanaman, melainkan berlanjut ke pemeliharaan, pemantauan, pengukuran karbon, serta pengembangan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Direktur Eksekutif Diaspora Carbon Action, Cindy Nattaya, menegaskan bahwa mangrove memiliki nilai yang jauh lebih besar apabila ekosistemnya dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove bukan hanya tentang menambah jumlah pohon. Kita harus memastikan mangrove tumbuh, terjaga, terukur, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Cindy dalam keterangannya, Selasa (29/9).

Ia menilai, blue carbon berpotensi kuat menjadi jembatan yang menghubungkan aspek konservasi dengan penguatan ekonomi pesisir.

“Blue carbon membuka jembatan antara konservasi dan nilai ekonomi, asalkan dibangun dengan pengukuran, pemantauan, dan tata kelola karbon yang kredibel,” tegasnya.

Secara ekologis, mangrove memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon, melindungi garis pantai dari abrasi, serta mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati. Lewat pengelolaan yang tepat, ekosistem pesisir ini dapat menjadi solusi krisis iklim sekaligus membuka peluang pembiayaan dan investasi hijau.

KOLABORASI LINTAS SEKTOR

Program Bali World of Care menekankan krusialnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah berperan menyusun kebijakan dan perlindungan kawasan, komunitas mengawal aksi di lapangan, sementara dunia usaha serta investor mendukung pembiayaan dan pengembangan program secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, komunitas Mangrove Ranger menjadi garda terdepan keterlibatan masyarakat. Di sisi lain, PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) turut hadir mewakili sektor dunia usaha dalam mendukung agenda keberlanjutan tersebut.

Cindy menambahkan, model kolaborasi berkelanjutan ini sangat potensial untuk diadopsi di wilayah lain. “Bali bisa menjadi titik awal. Dari Bali, kita ingin membangun kolaborasi yang bergerak ke seluruh Indonesia dan terhubung dengan dunia,” pungkasnya.

Melalui gerakan Bali World of Care, konservasi mangrove di transformasikan menjadi aksi jangka panjang yang menyatukan aspek lingkungan, masyarakat, investasi, teknologi, dan ekonomi rendah karbon demi menciptakan nilai berkelanjutan di masa depan. (P-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *