Lando Norris Ngamuk Usai Insiden di F1 GP Azerbaijan, Sebut Ada Pembalap Tak Layak
Lando Norris meluapkan kekecewaannya setelah gagal finis akibat insiden tabrakan di F1 GP Azerbaijan. Simak pengakuan jujurnya soal performa McLaren.(Formula 1)

PEMBALAP McLaren, Lando Norris, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai menjalani balapan yang buruk dalam gelaran Formula 1 Grand Prix Azerbaijan. Norris dibuat gusar, baik oleh performa dirinya sendiri maupun insiden benturan yang melibatkan Franco Colapinto dan Pierre Gasly yang mengakhiri balapannya lebih awal.

Rangkaian akhir pekan di Baku City Circuit menjadi momen yang ingin segera dilupakan oleh Norris. Berawal dari insiden ban terkunci (lock-up) saat kualifikasi, juara dunia bertahan ini harus mengawali balapan dari posisi kelima. Meski sempat melakukan Start dengan baik dan mengungguli Isack Hadjar, pembalap Red Bull tersebut dengan cepat merebut kembali posisinya, disusul oleh Max Verstappen.

Sejak saat itu, Norris tampak kesulitan mengimbangi kecepatan para rivalnya. Ia kehilangan posisi dari Lewis Hamilton sebelum kembali mengalami lock-up, yang membuatnya tersalip oleh Gasly dan Kimi Antonelli saat kembali ke lintasan.

Peluang untuk memperbaiki posisi sempat terbuka saat momentum restart usai Safety Car. Namun, nasib sial justru menimpa Norris di Tikungan 1 ketika Colapinto gagal mengendalikan mobilnya hingga menabrak Alpine milik Gasly, yang kemudian terdorong dan menghantam mobil McLaren milik Norris.

Kerusakan parah memaksa ketiga pembalap tersebut mundur dari balapan. Usai insiden tersebut, Norris merefleksikan kegagalannya dengan nada frustrasi.

“Saya cuma lambat. Saya sangat kesulitan di trek lurus. Anda bisa lihat betapa cepatnya semua orang menyalip saya…,” ujar Norris. “Sangat tidak mungkin bagi saya untuk membalap dari sisi itu, kecepatan di trek lurus, hari ini.”

Ia melanjutkan, “Semoga kami bisa memperbaikinya untuk balapan berikutnya. Kalau tidak, saya tetap membuat kesalahan. Pada akhirnya, saya cuma tersingkir… Sejujurnya, ada beberapa pembalap yang seharusnya tidak berada di F1.”

Hasil buruk ini menjadi catatan gagal finis (did not finish) pertama bagi Norris sejak GP Monako, sekaligus memutus rekor delapan seri beruntun selalu meraih poin. Kondisi tersebut kian memperkecil peluang tipisnya untuk menambah koleksi gelar juara dunia musim ini.

Sebelum mengalami akhir pekan kelam di Baku, pembalap asal Inggris tersebut sebenarnya sedang berada dalam tren positif setelah mengamankan kemenangan di Belanda dan Hungaria, mengukuhkan perlawanan McLaren terhadap Mercedes di papan atas klasemen.

Kini, hasil di GP Azerbaijan membuatnya kurang antusias menghadapi sisa rangkaian triple-header, yang mencakup kembalinya F1 ke Malaysia untuk GP Bahrain, serta balapan malam hari di Singapura.

“Kami memenangkan dua balapan dan seharusnya bisa memenangkan tiga dari empat balapan terakhir,” aku Norris. “Ada banyak hal positif, tapi jelas bukan akhir pekan ini… tidak cukup cepat.”

“Kami sudah mengetahuinya. Saya bayangkan kita akan menghadapi beberapa akhir pekan yang sulit lagi. Mungkin Malaysia akan lebih baik untuk kami,” pungkasnya. (Formula 1/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *