Nelayan dan Warga Aceh Barat Daya Gotong Royong Selamatkan Paus 3 Ton yang Terdampar
Penyelamatan paus terdampar di Aceh Barat Daya.(Dok. Antara)

PULUHAN nelayan bersama warga Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bergotong royong menyelamatkan seekor ikan paus raksasa yang terdampar di pesisir pantai setempat, Jumat (25/9/2026).

Aksi penyelamatan spontan ini dilakukan karena kondisi paus tersebut dilaporkan mulai melemah. Dengan peralatan seadanya, warga berupaya keras menjaga paus terdampar yang diperkirakan memiliki berat sekitar tiga ton itu agar tetap bertahan hidup di tengah deburan ombak dan mendorongnya kembali ke laut dalam.

“Kami bergerak cepat bersama warga dan pawang laut karena tidak tega melihat kondisi paus yang mulai melemah,” kata salah seorang nelayan setempat, Cek Dun, di lokasi kejadian.

Upaya Penyelamatan Tradisional

Sambil menunggu kedatangan tim ahli, para nelayan terus menyiramkan air laut ke punggung paus menggunakan ember. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelembapan kulit mamalia raksasa tersebut dari sengatan matahari langsung.

Mengingat bobot paus yang sangat besar, pengeras suara dari masjid desa bahkan sempat disuarakan untuk memanggil warga guna mendapatkan bantuan tenaga tambahan. Fenomena langka ini juga menarik perhatian ratusan warga dari luar kecamatan yang memadati garis pantai Lama Tuha untuk menyaksikan langsung proses penyelamatan heroik tersebut.

Terkendala Air Surut

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Muhsin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa mamalia laut itu dipastikan masih dalam keadaan hidup hingga menjelang siang.

“Hingga jelang waktu Jumat tadi masih hidup,” kata Muhsin.

Meski masyarakat nelayan telah berusaha sekuat tenaga mendorongnya ke laut, upaya tersebut sempat terkendala karena kondisi air laut yang masih surut, ditambah lagi waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan Shalat Jumat.

Hingga saat ini, pihak BPBK Abdya belum dapat memastikan apakah paus tersebut masih berada di pesisir pantai atau sudah berhasil didorong kembali ke laut lepas. “Karena setelah Shalat Jumat anggota tidak balik lagi ke lokasi,” ujar Muhsin. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *