
FAZ Fest26 digelar dengan mengusung semangat kolaborasi antara fesyen, batik, budaya, dan industri kreatif. Festival ini dibuka pada Jumat (25/9) dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Jakarta.
Festival yang diselenggarakan oleh Faz Academy ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan juga menjadi momentum peluncuran Faz Academy sebagai platform pendidikan dan pelatihan fashion daring melalui situs Fazacademy.id. Langkah ini diambil untuk memperluas ruang edukasi dan apresiasi terhadap perkembangan fashion di tanah air.
Project Manager Faz Academy, Declan Mahaputra, menjelaskan bahwa platform ini bertujuan membagikan ilmu dari para pemimpin sektor kreatif kepada masyarakat di 38 provinsi. “Kami mengundang para desainer dan pelaku usaha fashion untuk hadir bersama di Faz Academy guna membangun ekosistem yang lebih luas,” ujarnya.
Hari Batik Nasional
Mengambil momentum Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Faz Fest26 memadukan unsur budaya tradisional dengan tren kontemporer. Berbagai agenda menarik telah disiapkan, mulai dari fashion runway show, lokakarya, kompetisi modeling, hingga kontes fotografi fashion.
Ketua Nasional IFC, Lenny Agustin, menekankan pentingnya penguatan identitas budaya dalam industri kreatif. “Kolaborasi yang melibatkan desainer dan komunitas dapat membuka kesempatan bagi pertukaran pengetahuan serta penguatan jejaring di ekosistem fashion Indonesia,” kata Lenny.
Senada dengan hal tersebut, Iwan Santoso yang mewakili Wali Kota Jakarta Selatan menyebut festival ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif, khususnya bagi pengrajin lokal seperti dari Terogong dan Palbatu. “Wastra adalah simbol jiwa kebangsaan kita. Penyelenggaraan ini merupakan langkah konkret menjaga jati diri bangsa,” tegasnya.
Aspek Inklusif
Salah satu keunikan FAZ FEST26 adalah aspek inklusivitasnya. Festival ini melibatkan komunitas penyandang disabilitas, mulai dari pameran batik karya penyandang disabilitas tuli hingga penampilan musik dari komunitas disabilitas netra.
Pengunjung juga diajak berpartisipasi aktif melalui kegiatan Crowd Participation, yakni membatik bersama pada kain sepanjang 21 meter dengan slogan Satu Batik, Seribu Cerita. Selain itu, tersedia area tenant bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. (I-2)
