Wali Kota New York Zohran Mamdani dan Benjamin Netanyahu makin Panas
Zohran Mamdani.(Al Jazeera)

KUNJUNGAN Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memicu ketegangan tajam dengan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani. Sang wali kota, yang secara terbuka menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang, kini menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan retorika politiknya dengan tanggung jawab menjaga keamanan pemimpin Israel tersebut melalui kepolisian kota (NYPD).

Hingga saat ini, Mamdani tidak menunjukkan tanda-tanda akan melunakkan kritiknya terhadap Netanyahu, meskipun hal itu meningkatkan suhu politik menjelang pidato sang perdana menteri di Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) waktu setempat. Perselisihan antara kedua pemimpin ini semakin memanas setelah Mamdani memperbarui seruannya untuk menangkap Netanyahu dalam wawancara dengan CNN pada Senin (21/9).

“Saya telah menggambarkannya sebagaimana keyakinan saya: seorang penjahat perang dan arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina,” tegas Mamdani dalam wawancara tersebut.

Reaksi Keras Netanyahu

Netanyahu membalas pernyataan tersebut beberapa jam kemudian melalui video di media sosial. Ia menuduh Mamdani menghasut kebencian dan kerusuhan.

“Memalukan bagi Anda karena menghasut kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York,” ujar Netanyahu. Ia juga menggunakan sosok Mamdani sebagai lawan politik dalam beberapa iklan kampanyenya di Israel.

Meskipun Mamdani mengakui awal tahun ini bahwa dirinya tidak memiliki wewenang hukum untuk memerintahkan penangkapan Netanyahu, komentarnya menggarisbawahi dinamika rumit bagi wali kota berhaluan sosialis demokrat tersebut. Ia berisiko memicu protes pro dan anti-Israel yang diperkirakan akan sangat volatil sepanjang pekan ini.

Tantangan Keamanan dan Diplomasi

Walaupun Mamdani membela hak warga untuk berunjuk rasa, ia menyatakan tidak akan menghadiri demonstrasi tersebut secara langsung. Fokus utamanya saat ini ialah memastikan New York tetap siap menjadi tuan rumah bagi perwakilan dunia dan menjaga keselamatan seluruh warga kota.

Pejabat Kepolisian New York (NYPD) menyatakan telah meningkatkan keamanan di sekitar acara Majelis Umum PBB, meskipun belum ada ancaman kredibel yang terdeteksi. Komisaris NYPD, Jessica Tisch, menegaskan bahwa departemennya siap menghadapi lonjakan aktivitas protes yang biasa terjadi setiap tahun selama sidang PBB berlangsung.

Di sisi lain, retorika keras Mamdani menuai kritik dari serikat polisi dan beberapa pemimpin komunitas Yahudi. Patrick Hendry, Presiden Asosiasi Kesejahteraan Polisi (PBA), menuduh wali kota melakukan sikap aktivisme yang menempatkan petugas polisi dalam posisi sulit. Sementara itu, Mark Treyger dari Dewan Hubungan Komunitas Yahudi New York menyatakan kekhawatirannya bahwa komunikasi politik wali kota dapat memperburuk iklim keamanan bagi warga Yahudi di kota tersebut.

Posisi Politik Mamdani

Mamdani yang dikenal mahir dalam diplomasi lintas spektrum–termasuk menjamu Presiden Trump di kediaman resminya baru-baru ini–tetap teguh pada pendiriannya mengenai konflik di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa posisinya tidak berseberangan dengan banyak pemilih di AS, mengingat jajak pendapat terbaru menunjukkan meningkatnya rasa frustrasi publik terhadap kepemimpinan Netanyahu.

Sejauh ini, Mamdani menekankan bahwa dirinya adalah wali kota bagi seluruh warga New York, termasuk warga Yahudi, sembari tetap menyuarakan penentangan keras terhadap tindakan militer Israel di wilayah Palestina. (The Wall Street Journal/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *