Pelatih Bangladesh Thomas Dooley Sebut Timnas Indonesia Sulit Dikalahkan di FIFA ASEAN Cup 2026
Pelatih Timnas Bangladesh Thomas Dooley (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers jelang berlaga pada FIFA ASEAN Cup 2026.(Dok. Antara)

PELATIH Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, memberikan pujian tinggi sekaligus pengakuan jujur terhadap kekuatan Timnas Indonesia menjelang turnamen FIFA ASEAN Cup 2026. Dooley menyebut skuad Garuda saat ini merupakan tim yang sangat tangguh dan akan sulit dikalahkan oleh siapa pun.

“Jadi (Indonesia) ini adalah tim yang sangat tangguh untuk dikalahkan saat ini bagi siapa pun (pada FIFA ASEAN Cup 2026),” ujar Thomas Dooley dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9).

Bangladesh hadir dalam turnamen ini sebagai tim undangan. Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (25/9) pukul 16.00 WIB. Meski akan menghadapi Malaysia dan Singapura, Dooley secara terbuka mengakui bahwa Indonesia adalah lawan terberat dengan selisih ranking FIFA mencapai 63 peringkat dari timnya.

Transformasi Skuad Garuda

Pelatih asal Amerika Serikat tersebut memiliki memori manis saat membawa Filipina mengalahkan Indonesia dengan skor telak 4-0 sekitar 12 tahun silam. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah berubah total dan mengalami peningkatan kualitas yang signifikan.

Menurut Dooley, kehadiran pemain-pemain yang merumput di kompetisi elite Eropa menjadi pembeda utama. “Mereka (Timnas Indonesia) memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan mereka dulu,” ungkapnya.

Ia bahkan menilai bahwa sebagian besar tim di level Asia akan mengalami kesulitan besar jika harus berhadapan dengan anak asuh Shin Tae-yong saat ini.

Sikap Realistis Bangladesh

Menghadapi persaingan di FIFA ASEAN Cup 2026, Dooley memilih untuk bersikap realistis. Ia mengakui bahwa secara teknis, anak asuhnya hampir tidak memiliki peluang untuk menang melawan Indonesia. Status sebagai tim underdog pun diterima dengan lapang dada.

“Banyak pendukung Bangladesh berpikir kami akan datang dan mengalahkan siapa saja. Namun itu sangat sulit dan saya selalu mengatakan kami harus realistis,” tambahnya.

Kendati demikian, Dooley menyambut gembira kesempatan berpartisipasi dalam turnamen resmi FIFA ini. Baginya, persaingan melawan tim-tim kuat di Asia Tenggara akan menjadi pelajaran berharga bagi Bangladesh sebelum terjun ke kompetisi di kawasan Asia Selatan (SAFF). Ia memastikan timnya akan tetap berjuang dan memainkan gaya sepak bola mereka sendiri untuk meraih hasil terbaik di Jakarta. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *