Minuman Terbaik Setelah Sarapan untuk Melancarkan BAB Menurut Pakar
ilustrasi(Magnific)

RUTINITAS buang air besar setiap pagi dengan lancar merupakan dambaan sekaligus tantangan bagi sebagian orang. Jika Anda merasa tubuh membutuhkan usaha ekstra agar pencernaan bisa “bergerak” di pagi hari, pilihan makanan dan minuman memegang peranan yang sangat krusial.

Empat pakar kesehatan usus sepakat bahwa ada satu minuman terbaik setelah sarapan yang sangat ampuh membantu melancarkan pencernaan: kopi.

Mengapa Kopi Bikin Perut Cepat “Mules” Secara Positif?

Merangsang Kontraksi Usus Besar (Motilitas)

Kopi terbukti mampu memicu kontraksi di usus besar hanya dalam beberapa menit setelah diminum. Berdasarkan studi, kopi berkafein memiliki efek stimulan yang jauh lebih kuat dibanding air putih maupun kopi tanpa kafein (decaf). Kendati demikian, kopi decaf tetap memiliki andil berkat kandungan polifenol (asam klorogenat) dan suhunya yang hangat. Kopi juga memicu lonjakan hormon pencernaan seperti gastrin, motilin, dan kolesistokinin (CCK) yang mempercepat kerja saluran cerna.

Memicu Refleks Gastrokolik

Sarapan pagi secara alami memicu refleks gastrokolik—yakni sinyal saraf agar usus besar berkontraksi untuk mengosongkan ruang. Minum kopi tepat setelah sarapan menggabungkan dua rangsangan sekaligus, menciptakan momentum yang sempurna untuk buang air besar secara teratur.

Manfaat Ekstra dari Suhu Hangat

Memilih kopi hangat alih-alih kopi dingin (iced coffee) memberikan efek stimulan tambahan pada refleks gastrokolik di pagi hari, membuat proses pembuangan menjadi jauh lebih mudah.

Tips Tambahan untuk Mengatasi Sembelit Secara Alami

Meskipun kopi pagi sangat membantu, menjaga kesehatan pencernaan jangka panjang membutuhkan dukungan gaya hidup menyeluruh:

  • Tingkatkan Serat Bertahap: Konsumsi makanan tinggi serat untuk menambah volume feses secara perlahan tanpa memicu kembung.
  • Cukupi Cairan Tubuh: Dehidrasi dapat mengeraskan feses, jadi pastikan asupan air putih memadai.
  • Rutin Berolahraga: Bergerak aktif selama minimal 150 menit seminggu dapat mempercepat waktu transit usus besar.
  • Konsumsi Kiwi dan Jus Prun: Buah kiwi kaya serat, prebiotik, dan enzim aktinidin yang melancarkan pencernaan, sementara jus prun menjadi alternatif pengganti kopi yang baik.
  • Latih Ritme Tubuh (Bowel Training): Luangkan waktu 15–30 menit secara rutin di toilet setiap pagi setelah sarapan untuk membangun kebiasaan biologis tubuh.
  • Kelola Stres dan Tidur Cukup: Stres kronis dan kurang tidur dapat mengganggu sinyal sirkadian pencernaan serta membuat otot panggul tegang.

Jika masalah buang air besar berlanjut atau disertai perubahan pola yang signifikan, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional.

(Eatingwell/P-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *