Asap Rokok Bisa Bantu Bakteri Penyebab Pneumonia Bertahan di Saluran Napas
Ilustrasi(magnifik)

ASAP rokok ternyata tak hanya meninggalkan dampak pada paru-paru. Paparan asap rokok juga dapat mengganggu pertahanan alami saluran pernapasan sehingga bakteri penyebab pneumonia lebih mudah bertahan dan berkembang. 

Kondisi ini membuat kebiasaan merokok maupun paparan asap rokok di sekitar menjadi perhatian dalam kaitannya dengan risiko infeksi saluran pernapasan. 

Asap Rokok Bantu Bakteri Bertahan

Dilansir dari penelitian dalam Springer Nature, paparan asap rokok kronis pada tikus meningkatkan kolonisasi Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae di saluran napas bagian atas. 

Pada tikus yang terpapar asap rokok, jumlah S. pneumoniae juga lebih tinggi dan ditemukan peningkatan perpindahan bakteri ke jaringan paru-paru.

Penelitian tersebut dilakukan menggunakan tikus yang terpapar asap rokok selama tiga hingga tujuh bulan. Hasilnya menunjukkan paparan asap rokok dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mengendalikan kolonisasi bakteri. 

Aktivitas fagositosis, yaitu proses sel imun menangkap dan menghancurkan mikroorganisme, juga mengalami penurunan pada hewan yang terpapar asap rokok.

Pertahanan Saluran Napas Ikut Melemah

Berdasarkan laporan dari jurnal Thorax, paparan asap rokok juga dapat menekan pertahanan antibakteri alami pada epitel saluran napas. 

Penelitian menemukan perokok memiliki kadar human beta-defensin-2 atau hBD-2 yang lebih rendah, sementara paparan asap pada jaringan epitel menghambat produksi zat tersebut ketika menghadapi bakteri. Kondisi ini berkaitan dengan menurunnya aktivitas antimikroba saluran napas.

Mekanisme tersebut penting karena saluran napas memiliki berbagai sistem pertahanan untuk mencegah mikroorganisme berkembang dan mencapai paru-paru. 

Ketika pertahanan terganggu, bakteri yang telah berkolonisasi dapat lebih mudah memicu peradangan atau infeksi.

Risiko Bukan Hanya pada Perokok Aktif

Berdasarkan informasi yang dikutip dari New England Journal of Medicine, penelitian terhadap orang dewasa berusia 18–64 tahun menemukan hubungan antara merokok aktif maupun paparan asap rokok lingkungan dengan penyakit pneumokokus invasif. 

Perokok aktif memiliki odds penyakit sekitar 4,1 kali dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan paparan asap rokok pada orang yang tidak merokok dikaitkan dengan odds sekitar 2,5 kali.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa asap rokok dapat memengaruhi saluran pernapasan melalui lebih dari satu mekanisme, mulai dari meningkatnya kolonisasi bakteri hingga terganggunya pertahanan imun. 

Namun, penelitian Springer Nature menggunakan model tikus sehingga hasilnya tidak dapat langsung disamakan dengan kondisi manusia. 

Meski demikian, temuan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana paparan asap rokok dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri pada saluran pernapasan.

Sumber: Springer Nature, Thorax, New England Journal of Medicine



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *