150 Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Sudah Dievakuasi: 108 Selamat, 42 Tewas, 93 Masih Dicari
Petugas Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah mengambil sampel darah keluarga korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Klinik Bhayangkara Polresta Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/9/20(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar)

OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 telah memasuki hari ke-12 pada Kamis (24/9). Hingga pukul 22.00 WITA, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 93 orang masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes kapal.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko, mengungkapkan bahwa puluhan korban yang belum ditemukan tersebut kemungkinan besar masih berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya memaksimalkan penyisiran di titik-titik yang memungkinkan.

Kendala Teknis dan Keamanan Penyelam

Pencarian di bawah air menghadapi tantangan teknis yang cukup berat. Yudhi menjelaskan bahwa posisi bangkai KM Virgo Transport 8 saat ini berada dalam kondisi miring di dasar laut. Hal ini memaksa tim penyelam untuk ekstra waspada dalam menentukan titik masuk ke badan kapal.

“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring. Penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” ujar Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis malam.

Keputusan untuk menghindari lambung bawah didasarkan pada hasil pantauan teknologi remotely operated vehicle (ROV). Alat tersebut menunjukkan masih adanya pergerakan pada badan kapal yang dapat membahayakan keselamatan rescuer. “Akan sangat berisiko jika penyelam masuk dari sisi lambung bawah kapal,” tegasnya.

Data Korban dan Proses Identifikasi

Berdasarkan data terbaru hingga Kamis malam, total korban yang telah ditemukan berjumlah 150 orang. Rinciannya adalah 108 orang dinyatakan selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Untuk menangani jenazah korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan telah menyiapkan langkah kontingensi dengan menyediakan dua unit kontainer pendingin. Fasilitas ini memiliki kapasitas maksimal hingga 200 orang.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa kontainer pendingin sangat krusial untuk menjaga kondisi jasad agar tidak cepat membusuk, terutama saat terjadi temuan jenazah dalam jumlah banyak secara bersamaan.

Status Identifikasi Korban:

  • Total Manifes: 243 orang
  • Selamat: 108 orang
  • Meninggal Dunia: 42 orang
  • Belum Ditemukan: 93 orang
  • Belum Teridentifikasi: 22 jenazah (masih di RS Bhayangkara Banjarmasin)

Hingga saat ini, terdapat 22 jenazah yang masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin dan belum teridentifikasi. Tim DVI masih menunggu hasil tes DNA yang telah dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta untuk memastikan identitas para korban secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *