
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno penanganan darurat pascabanjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat dilakukan dalam waktu singkat dan segera memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan pendataan wilayah, rumah, dan masyarakat terdampak sebagai langkah awal yang perlu dipercepat.
Pemerintah pusat, lanjut Pratikno, akan mendukung daerah dalam perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Untuk pembangunan perumahan komunal, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan lahan yang aman, sementara pembangunan dapat didukung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Pendataan menjadi penting mohon ini dipercepat. Tentu saja ini jangan terulang lagi. Ini prinsipnya membangun pascabencana kita selalu build back better, membangun lebih baik. Jangan sampai membangun kondisinya lebih jelek,” kata Pratikno dalam keterangannya, Jumat (25/9).
Ia menegaskan pembangunan kembali harus didasarkan pada kajian yang mendalam dan berbasis sains. Karena itu, penentuan lokasi tidak semata berdasarkan ketersediaan lahan, tetapi harus memastikan lokasi tersebut aman berdasarkan hasil kajian.
“Makanya bukan menentukan lahan, tetapi menentukan lahan mana yang aman berdasarkan hasil kajian,” tegasnya.
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) juga harus disusun berdasarkan kajian kuat dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait, termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum sesuai kewenangannya.
Pratikno meminta pemerintah daerah segera menyisir potensi bencana susulan, khususnya daerah aliran sungai (DAS) yang rawan banjir bandang. Kondisi sungai perlu dipastikan tidak terhambat material seperti kayu dan batu yang dapat meningkatkan risiko saat curah hujan kembali tinggi.
Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini mengingat bencana terjadi ketika musim penghujan belum memasuki puncaknya. Potensi peningkatan intensitas hujan pada periode berikutnya harus menjadi perhatian dalam mitigasi bencana.
Seperti diberitakan, banjir bandang membawa material lumpur, batu, pasir, dan kayu menerjang kawasan Arosuka setelah hujan berintensitas tinggi pada Senin malam (21/9/2026). Selain merendam permukiman, material banjir juga menutup akses jalan utama dan menerjang sejumlah fasilitas pemerintahan. (H-4)
