
MINUM es adalah kebiasaan mengonsumsi minuman yang disajikan dalam kondisi dingin, biasanya dengan tambahan es batu. Minum es dapat berupa air putih dingin maupun berbagai minuman seperti es teh, es jeruk, es kopi, dan minuman manis lainnya.
Pada dasarnya, minum air dingin tidak otomatis berbahaya bagi kesehatan. Dampak kesehatan lebih banyak dipengaruhi oleh jenis minuman, terutama kandungan gula dan kafein, serta jumlah yang dikonsumsi.
1. Meningkatkan asupan gula
Minuman es seperti es teh manis, minuman bersoda, atau minuman dengan sirup dapat mengandung banyak gula.
2. Meningkatkan asupan kalori
Minuman manis berkalori dapat menambah asupan energi harian tanpa memberikan rasa kenyang sebesar makanan padat.
3. Meningkatkan risiko berat badan berlebih
Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi kalori secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.
4. Meningkatkan risiko kerusakan gigi
Gula dalam minuman manis dapat dimanfaatkan bakteri di mulut dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.
5. Dapat menyebabkan gigi ngilu
Minuman yang sangat dingin dapat memicu rasa ngilu, terutama pada orang yang memiliki gigi sensitif.
6. Dapat menyebabkan sakit kepala sementara
Sebagian orang dapat mengalami brain freeze setelah mengonsumsi sesuatu yang sangat dingin dengan cepat.
7. Memicu rasa tidak nyaman pada tenggorokan
Minuman sangat dingin dapat membuat sebagian orang merasa tenggorokannya tidak nyaman, meskipun suhu minuman bukan penyebab langsung infeksi tenggorokan.
8. Dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang dengan GERD
Yang perlu diperhatikan terutama jenis minumannya. Minuman bersoda, berkafein, atau tinggi gula dapat menjadi pemicu gejala pada sebagian orang.
9. Meningkatkan risiko konsumsi minuman manis berlebihan
Kebiasaan membeli minuman es dapat membuat seseorang lebih sering mengonsumsi minuman dengan tambahan gula.
10. Dapat meningkatkan kadar gula darah
Minuman yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
11. Berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Konsumsi minuman berpemanis secara rutin dan berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.
12. Dapat meningkatkan risiko masalah metabolik
Pola konsumsi minuman berpemanis yang tinggi dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah metabolik jika berlangsung dalam jangka panjang.
13. Mengurangi kualitas pola makan
Jika terlalu sering memilih minuman manis sebagai bagian dari pola makan, asupan minuman tersebut dapat menggantikan pilihan yang lebih bernutrisi.
14. Dapat mengganggu tidur jika mengandung kafein
Es kopi, es teh, dan minuman berkafein lainnya dapat mengganggu tidur apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
15. Dapat menyebabkan perut tidak nyaman pada sebagian orang
Minuman tertentu, terutama yang tinggi gula, bersoda, atau mengandung bahan yang sensitif bagi seseorang, dapat memicu kembung atau rasa tidak nyaman pada perut.
Minum air dingin atau menambahkan es ke dalam air tidak secara otomatis menyebabkan flu, batuk, atau penyakit tertentu. Hal yang lebih penting adalah jenis minuman, jumlah yang dikonsumsi, kandungan gula, dan frekuensi konsumsinya. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
