Serupa tapi tak Sama, Begini Cara Bedakan Pilek Biasa dan Influenza
Ilustrasi seseorang mengalami influenza.(Dok. Magnific)

PILEK biasa (common cold) dan influenza (flu) kerap dianggap sebagai penyakit yang sama karena sama-sama menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan gejala serupa seperti hidung tersumbat, batuk, serta sakit tenggorokan. Padahal, keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda dan memiliki tingkat keparahan yang tidak sama.

Mengenali perbedaan gejala pilek dan influenza menjadi sangat penting, terutama ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Meski tampak serupa, flu dapat berkembang lebih cepat dan memicu komplikasi serius pada kelompok tertentu. Memahami ciri-cirinya dapat membantu seseorang menentukan kapan perlu beristirahat, memantau kondisi, atau segera mencari pertolongan medis.

Pilek Biasa dan Influenza, Apa Bedanya?

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pilek dan influenza merupakan penyakit menular pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus berbeda. Perbedaan pilek dan influenza mendasar terletak pada intensitas dan kecepatan munculnya gejala.

Pilek umumnya berkembang secara bertahap dengan gejala yang tergolong ringan, seperti:

  • Bersin-bersin.
  • Hidung meler atau tersumbat.
  • Sakit tenggorokan ringan.

Sebaliknya, influenza cenderung muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan gejala yang jauh lebih berat, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan ekstrem. Kondisi ini bahkan sering kali membuat penderitanya kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan informasi dari National Health Service (NHS), influenza umumnya ditandai dengan demam tinggi yang muncul mendadak, nyeri tubuh, kelelahan ekstrem, batuk kering, hingga penurunan nafsu makan. Namun, merujuk data CDC, perlu dicatat bahwa tidak semua penderita flu akan mengalami demam.

Influenza juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia atau infeksi paru-paru. Risiko ini jauh lebih tinggi pada kelompok rentan, di antaranya:

  • Anak kecil.
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas.
  • Ibu hamil.
  • Orang dengan penyakit kronis (asma, diabetes, dan penyakit jantung).

Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada menetap, kebingungan, dehidrasi, atau kondisi yang kembali memburuk setelah sempat membaik.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Karena gejala pilek dan influenza terlihat sangat serupa, sering kali sulit untuk membedakannya hanya berdasarkan keluhan fisik semata. Dikutip dari CDC, pemeriksaan khusus melalui tes laboratorium dapat membantu memastikan apakah seseorang terinfeksi virus influenza, terutama jika gejala muncul mendadak atau terasa sangat berat.

Pemeriksaan medis sangat disarankan bagi kelompok berisiko tinggi atau ketika kondisi kesehatan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari. Penanganan influenza, termasuk pemberian antivirus oleh dokter jika diperlukan, akan jauh lebih efektif apabila diberikan sedini mungkin setelah gejala muncul. 

(Centers for Disease Control and Prevention (CDC), National Health Service/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *