Indonesia Perkuat Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara
Ekosistem pembayaran digital Indonesia.(Dok. Antara)

EKOSISTEM pembayaran digital Indonesia memasuki fase baru dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemain lokal dan jaringan pembayaran global. Penguatan infrastruktur ini diarahkan untuk mendukung transaksi lintas negara sekaligus membuka peluang bagi bisnis Indonesia memperluas jangkauan ke pasar Asia Tenggara dan global.

CEO Doku sekaligus Head of Antom Indonesia, Himelda Renuat, mengatakan perkembangan perdagangan digital saat ini membutuhkan infrastruktur pembayaran yang mampu menghubungkan bisnis dengan pasar internasional.

“Doku dibangun di atas kepercayaan yang telah terjalin bersama merchant selama hampir 20 tahun, dan fondasi ini tidak akan berubah. Yang berubah adalah jangkauan kami. Dengan dukungan Antom dan 2C2P, kami dapat melayani merchant yang telah mempercayai kami dengan lebih baik, menjangkau lebih jauh industri-industri yang paling membutuhkan kami, serta membantu lebih banyak bisnis Indonesia mengambil langkah pertama untuk berekspansi ke pasar internasional,” ujar Himelda.

Penguatan infrastruktur pembayaran lintas negara tersebut dilakukan melalui peningkatan investasi strategis Antom, layanan pembayaran dan digitalisasi merchant dari Ant International, di Doku. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah diumumkan pada Februari 2026.

Melalui kerja sama tersebut, Doku akan memperluas integrasi dengan jaringan merchant global Antom, menghubungkan metode pembayaran lokal Indonesia dengan platform merchant acquiring global serta ekosistem produk Ant International, termasuk Alipay+ sebagai unified wallet gateway.

Kolaborasi juga diperluas bersama 2C2P, anak perusahaan Antom yang menyediakan layanan payment gateway regional di Asia Tenggara. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan merchant Indonesia yang ingin berekspansi ke pasar regional maupun perusahaan internasional yang memasuki pasar Indonesia.

Selain pembayaran lintas negara, pengembangan layanan ke depan mencakup dukungan transaksi multi-mata uang (multi-currency), pemrosesan pembayaran internasional, serta penjajakan solusi keuangan seperti pembiayaan (lending) dan pengelolaan treasury bagi kebutuhan merchant.

Sejalan dengan penguatan bisnis tersebut, Doku menunjuk Himelda Renuat sebagai CEO baru menggantikan Chris Yeo yang memimpin perusahaan sejak 2022. Sebelumnya, Himelda merupakan Co-founder Doku dan menjabat sebagai Chief Marketing Officer.

Di bawah kepemimpinan Chris Yeo, perusahaan memperkuat struktur organisasi dan operasional, meningkatkan pertumbuhan volume transaksi, serta membangun kemitraan strategis dengan Ant International.

Selain perubahan kepemimpinan, perusahaan juga memperkenalkan identitas baru sebagai Doku by Antom yang mencerminkan semakin eratnya sinergi antara Doku, Antom, dan 2C2P. Doku tetap beroperasi dengan nama dan lisensi yang dimiliki saat ini, sementara Antom berperan sebagai investor strategis dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

CEO Antom dan Senior Vice President Ant International, Gary Liu, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah lanjutan untuk menggabungkan keahlian lokal dengan kemampuan jaringan pembayaran global.

“Keahlian Doku di pasar lokal, dipadukan dengan platform global Antom dan jangkauan regional 2C2P, menempatkan kami pada posisi yang semakin kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Gary.

Ke depan, pengembangan ekosistem pembayaran ini akan difokuskan pada perluasan jangkauan merchant, peningkatan kemudahan integrasi bagi pengembang (developer), serta penguatan layanan bagi bisnis yang ingin melakukan transaksi domestik maupun internasional. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *