
PERUSAHAAN teknologi energi berbasis Singapura, Kayak Analytics, menawarkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data untuk mendukung integrasi serta keandalan jaringan listrik Indonesia.
Kayak Analytics ingin bekerja sama dengan perusahaan ketenagalistrikan dan operator energi di Indonesia untuk mengintegrasikan data aset dalam satu platform analitik. Langkah tersebut ditujukan membantu insinyur mengenali risiko lebih dini dan mengambil keputusan pemeliharaan berdasarkan kondisi aset.
Perangkat lunak Kayak memadukan data operasional terkini dan historis dengan model rekayasa untuk menilai kondisi peralatan, mengidentifikasi penurunan kinerja, dan memberikan rekomendasi pemeliharaan. Data dari sistem pemantauan, sensor, dan catatan teknis yang telah tersedia juga diintegrasikan untuk memberikan gambaran kondisi aset.
CEO Kayak Analytics Gibert Espinosa mengatakan pengembangan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas sumber daya manusia di Indonesia.
“Ambisi energi Indonesia patut didukung teknologi yang dirancang sesuai kebutuhan Indonesia. Kami ingin bekerja bersama para insinyur setempat untuk mengubah data operasional menjadi keputusan praktis, memperkuat infrastruktur vital, serta membangun kapabilitas yang dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh tim Indonesia,” kata Gibert, Selasa (22/9).
Kayak mengembangkan aplikasi analitik untuk berbagai aset kelistrikan, mulai dari gardu induk, pembangkit tenaga surya, angin, dan air hingga sistem penyimpanan energi baterai.
Gibert mengatakan gardu induk dan transformator menjadi salah satu fokus utama karena kondisi kedua aset tersebut berpengaruh terhadap keandalan sistem. Analitik Kayak menggabungkan hasil pengukuran operasional, diagnostik minyak, perilaku termal, serta riwayat pemeliharaan untuk mendeteksi penurunan kondisi dan memperkirakan sisa umur pakai.
“Tim rekayasa memiliki dasar yang lebih jelas untuk menentukan prioritas inspeksi dan merencanakan penanganan sebelum gejala kerusakan berkembang menjadi gangguan layanan,” ujarnya.
Pada pembangkit energi terbarukan, sistem tersebut dapat menganalisis kinerja inverter, pelacak surya, dan rangkaian modul untuk mengidentifikasi kehilangan energi serta indikasi gangguan. Pada pembangkit angin, analisis mencakup kurva daya dan getaran, sedangkan pada pembangkit tenaga air digunakan untuk menilai perilaku dan efisiensi turbin.
Untuk sistem penyimpanan baterai, analitik memantau sinyal listrik dan termal pada tingkat sel guna mendeteksi degradasi dan kondisi abnormal.
PENDEKATAN BERBASIS AI
Kayak juga menawarkan pendekatan berbasis AI agentik. Teknologi tersebut menggunakan agen perangkat lunak untuk menyelidiki perilaku abnormal, mengumpulkan data dan bukti teknis yang relevan, serta menyusun rekomendasi tindakan.
Para insinyur dapat berinteraksi dengan sistem menggunakan bahasa alami, menelusuri alasan munculnya peringatan, dan membuat laporan berdasarkan data yang sama. Keputusan dan tindakan tetap menjadi tanggung jawab operator.
Pengembangan teknologi tersebut dinilai relevan dengan rencana penguatan interkoneksi jaringan listrik dan integrasi energi terbarukan di Indonesia. Kayak juga menyatakan siap mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt-peak (GWp) yang diluncurkan pemerintah pada 25 Agustus 2026.
Menurut Gibert, peningkatan kapasitas energi surya akan meningkatkan kebutuhan terhadap pemantauan kinerja pembangkit, kondisi baterai, dan kesehatan aset jaringan.
“Rekayasa bersama, pelatihan, dan alih pengetahuan akan membantu tim lokal membentuk, mengoperasikan, serta menjaga keberlanjutan teknologi tersebut. Kayak mengedepankan pendekatan bertahap, dimulai dari kasus penggunaan yang terarah dan validasi berdasarkan data operasional,” jelasnya.
Kayak menyatakan penerapan teknologi akan mengutamakan kolaborasi lokal dan tata kelola data. Implementasi dilakukan secara bertahap pada infrastruktur yang disepakati, dengan pengaturan akses dan pengelolaan data operasional yang jelas.
Perusahaan tersebut menargetkan pengembangan kemampuan analitik energi di dalam negeri untuk membantu operator mengelola jaringan yang semakin terintegrasi dan menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat serta dunia usaha. (E-2)
