
BADAI Polo terus mengalami penguatan setelah melalui proses intensifikasi yang sangat cepat (extreme rapid intensification). Perkembangan ini mengubah statusnya menjadi Badai Kategori 5 yang langka pada Selasa pagi di Samudra Pasifik, lepas pantai Meksiko.
Kecepatan angin konstan Badai Polo melonjak drastis hingga mencapai 289 km/jam (180 mil/jam). Angka ini menyamai rekor dua topan super di Pasifik Barat sebagai badai terkuat di planet ini sepanjang tahun ini. Badai Polo mendapat dorongan energi dari kondisi atmosfer yang mendukung serta suhu air laut yang lebih hangat akibat pengaruh fenomena El Niño super. Fenomena ini memicu aktivitas musim badai yang sangat aktif di seluruh wilayah Pasifik, di mana intensifikasi badai kian sering terjadi seiring memanasnya suhu Bumi dan lautan akibat polusi bahan bakar fosil.
Secara teknis, intensifikasi yang sangat cepat didefinisikan sebagai peningkatan kecepatan angin sebesar 93 km/jam (58 mil/jam) atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. Badai Polo tidak hanya memenuhi kriteria tersebut, tetapi juga melampauinya secara signifikan. Kecepatan anginnya melonjak sebesar 177 km/jam (110 mil/jam), merubah statusnya dari badai tropis berkecepatan 80 km/jam (50 mil/jam) menjadi Badai Kategori 5 berkecepatan 257 km/jam (160 mil/jam) sejak hari Senin hingga Selasa pagi.
National Hurricane Center (NHC) pada Selasa pagi menyatakan bahwa laju intensifikasi yang sangat cepat ini “benar-benar luar biasa” (truly remarkable), serta menjadi salah satu yang tercepat dalam rekor sejarah di wilayah Pasifik Timur.
Sebagai perbandingan, rekor intensifikasi 24 jam di Pasifik Timur masih dipegang oleh Badai Patricia pada tahun 2015, ketika kecepatan anginnya melonjak hingga 193 km/jam (120 mil/jam). Lonjakan Badai Polo juga sebanding dengan Badai Otis pada tahun 2023, yang mencatatkan peningkatan kecepatan angin sebesar 169 km/jam (105 mil/jam) dalam kurun waktu 21 hari sebelum menerjang dan menghancurkan kota Acapulco, Meksiko.
Pada hari Selasa, posisi Badai Polo berada beberapa ratus mil di sebelah selatan-tenggara Manzanillo, Meksiko. Angin kencang berkekuatan badai yang berbahaya ini diperkirakan akan tetap berada di lepas pantai saat ia bergerak ke arah barat laut sejajar dengan garis pantai Meksiko hingga akhir pekan.
Saat ini, badai dahsyat tersebut bergerak ke arah tenggara, namun diprediksi akan berbelok ke arah barat laut pada Selasa malam.
Peringatan badai tropis telah diberlakukan untuk wilayah pesisir barat daya Meksiko. Kawasan tersebut diperkirakan akan mulai merasakan dampak kondisi badai tropis pada Rabu pagi. Curah hujan lebat menjadi ancaman paling signifikan dari Badai Polo karena berpotensi memicu banjir yang mengancam jiwa serta tanah longsor di wilayah tersebut.
Total curah hujan di negara bagian Guerrero dan Michoacán diperkirakan mencapai 76 hingga 152 milimeter (3 hingga 6 inci), dengan potensi akumulasi lokal hingga 203 milimeter (8 inci) di titik-titik tertentu hingga hari Kamis. Sementara itu, wilayah pesisir di negara bagian Oaxaca, Colima, dan Jalisco diperkirakan menerima curah hujan antara 50 hingga 101 milimeter (2 hingga 4 inci). (CNN/Z-2)
