
LAZIO sukses mengukuhkan dominasinya di panggung Serie A 2026/27 usai mengamankan kemenangan klinis 2-0 atas tuan rumah Venezia. Bertanding di Stadio Pierluigi Penzo, Venice, pada Minggu dini hari WIB (20 September 2026), hasil gemilang ini membawa skuad Elang Ibu Kota melesat naik ke puncak klasemen sementara.
Di balik kemenangan tandang tersebut, kiper Christos Mandas keluar sebagai pahlawan sejati. Penjaga gawang asal Yunani itu tampil luar biasa dengan melakukan serangkaian penyelamatan krusial, termasuk mementahkan tendangan penalti Venezia pada babak pertama.
Bermain di bawah tekanan pendukung tuan rumah, Venezia sejatinya mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal. Petaka bagi Lazio sempat hampir terjadi pada pertengahan babak pertama ketika wasit menunjuk titik putih menyusul insiden di area terlarang. Namun, Mandas membayar tuntas kepercayaan pelatih Gennaro Gattuso dengan menebus kesalahannya secara brilian lewat tepisan penalti yang menggagalkan eksekusi John Yeboah.
Aksi gemilang Mandas berlanjut sepanjang laga untuk mementahkan peluang-peluang emas dari Simon Sohm, Akor Adams, hingga tendangan jarak jauh Antoine Hainaut.
Setelah bermain imbang tanpa gol di paruh pertama, Lazio langsung meningkatkan intensitas serangan selepas jeda. Tim tamu gantian memperoleh hadiah penalti setelah Kenneth Taylor dilanggar oleh Yeboah di kotak terlarang.
Mattia Zaccagni yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan keras dan akurat ke sudut atas gawang yang dikawal Filip Stankovic tak mampu dijangkau. Gol ini sekaligus menjadi momen pemecah kebunturan yang spesial bagi Zaccagni, menandai gol pertamanya di kompetisi liga dalam 21 penampilan terakhir.
Unggul satu gol membuat Lazio semakin di atas angin. Skuad asuhan Gennaro Gattuso sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui proses serangan balik cepat. Tijjani Noslin berhasil memenangi duel udara melawan bek Juan Jesus untuk menanduk umpan silang matang kiriman Nuno Tavares ke dalam gawang Venezia.
Tertinggal dua gol, Venezia mencoba merespons lewat upaya Akor Adams dan tekanan bertubi-tubi di sisa waktu. Kendati demikian, rapatnya lini pertahanan Lazio serta ketangguhan lini belakang memastikan keunggulan tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan 2-0 ini terasa semakin impresif mengingat Lazio datang dengan kondisi compang-camping akibat absennya sejumlah pemain pilar seperti Nicolò Rovella, Fisayo Dele-Bashiru, Adam Marusic, dan Patric yang masih dibekap masalah kebugaran.
Sebaliknya, kekalahan keempat secara beruntun sejak awal musim ini semakin membenamkan Venezia di dasar klasemen sementara Serie A, sekaligus kian mengancam posisi pelatih Giovanni Stroppa.
(P-4)
