
PENANTIAN panjang Coventry City selama 25 tahun untuk kembali meraih kemenangan di ajang Lia Primer Inggris akhirnya terbayar tuntas. Skuad asuhan Frank Lampard sukses mengamankan kemenangan dramatis 1-0 saat bertandang menghadapi Nottingham Forest di City Ground., Sabtu (19/9).
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri memori pahit sejak terakhir kali Coventry memenangi laga di kasta tertinggi Liga Inggris pada 16 April 2001, yang merupakan musim pamungkas mereka sebelum terdegradasi atau tepatnya setelah 9.287 hari lamanya.
Gol penentu kemenangan The Sky Blues pada pertandingan kali ini dicetak oleh Jay Dasilva. Namun, hasil positif tersebut juga diwarnai oleh drama kontroversial jelang pertandingan bubar. Nottingham Forest sempat mengira berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir laga.
Akan tetapi, wasit Jarred Gillett secara kontroversial menganulir gol tersebut setelah mendapat tinjauan Video Assistant Referee (VAR) dari Paul Howard. Dalam tinjauan tersebut, wasit memutuskan bahwa penyerang Forest, Igor Jesus, telah melakukan pelanggaran dengan menjatuhkan Caleb Yirenkyi dalam proses terciptanya peluang.
Keputusan tipis itu menjadi titik balik keberuntungan yang sangat disambut baik oleh Coventry. Pasalnya, dalam beberapa laga pembuka musim ini, tim asuhan Frank Lampard kerap harus menelan pil pahit kekalahan tipis meski mampu menciptakan sejumlah peluang.
Kemenangan tandang ini diyakini memberikan dorongan psikologis yang sangat besar bagi Lampard. Sebelumnya, usai takluk dari Brighton, mantan gelandang Timnas Inggris itu sempat mengakui beratnya tantangan di kasta tertinggi: “Kami tertinggal satu gol dari sebuah momen berkualitas. Selamat datang di Liga Primer.”
Terlepas dari awal musim yang berjalan berat dan diwarnai jadwal pembuka yang luar biasa terjal, termasuk lawatan tandang menghadapi tim-tim tangguh di Stadion Etihad dan Emirates, Coventry mulai menunjukkan kilasan performa yang menjanjikan. Di bawah arahan Lampard, tim dirancang dengan pendekatan fisik yang kokoh serta mengandalkan ketangguhan kolektif dan dominasi duel udara agar tidak mudah didominasi lawan.
Gelandang kreatif Jack Rudoni turut menjadi motor penting di lini serang. Setelah sempat mencatatkan statistik delapan peluang dan lima tembakan tanpa hasil di laga-laga sebelumnya, kemenangan krusial ini menjadi fondasi bagi Coventry untuk mulai membangun momentum dan memaksimalkan metrik permainan mereka di Liga Primer.
(P-4)
