Waspadai Ancaman Perlindungan Data yang Datang dari Internal Perusahaan
Mairi Herman, Country Director SearchInform Indonesia, memaparkan pendekatan SearchInform dalam melindungi data korporasi dari risiko internal, sekaligus memperkenalkan berbagai solusi dan model kemitraan perusahaan di Indonesia.(Dok: SearchInform Indonesia)

KEBUTUHAN perusahaan terhadap perlindungan data kini tidak lagi berhenti pada pemenuhan aspek regulasi. Di tengah semakin luasnya penggunaan data dalam aktivitas bisnis, perusahaan juga membutuhkan langkah operasional untuk memastikan data tetap terlindungi dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dari risiko yang muncul di lingkungan internal.

Country Director SearchInform Indonesia Mairi Herman mengatakan, kondisi tersebut membuat organisasi perlu melihat keamanan informasi secara lebih menyeluruh. Perusahaan tidak hanya menghadapi ancaman siber dari luar, tetapi juga risiko yang berasal dari akses dan penyalahgunaan data sensitif di lingkungan internal.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus SearchInform, penyedia solusi keamanan informasi internasional, dalam memperkuat bisnisnya di Indonesia. Perusahaan resmi meresmikan kantor barunya di Jakarta pada 18 September 2026 sebagai bagian dari ekspansi di Asia Tenggara.

Dalam acara tersebut, Mairi membahas pendekatan SearchInform dalam melindungi data korporasi dari risiko internal sekaligus memperkenalkan berbagai solusi dan model kemitraan perusahaan di Indonesia.

Portofolio SearchInform mencakup Data Loss Prevention (DLP), Data-Centric Audit and Protection (DCAP), dan Security Information and Event Management (SIEM). Perusahaan juga menawarkan solusi Next-Gen DLP yang dilengkapi AI Assistant terintegrasi.

Menurut Mairi, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan mitra di Indonesia untuk memperkuat perlindungan data, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta menjawab kebutuhan keamanan informasi di pasar lokal yang semakin kompleks.

Founder SearchInform Lev Matveev mengatakan, perkembangan ekonomi digital Indonesia membuat data perusahaan semakin bernilai. Di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan kerentanan terhadap kebocoran, penyalahgunaan, serta berbagai risiko internal lainnya.

“Perkembangan ekonomi digital Indonesia yang pesat membuat data perusahaan semakin bernilai, sekaligus semakin rentan terhadap kebocoran, penyalahgunaan, dan berbagai risiko internal lainnya. Penggunaan perangkat berbasis AI yang terus meningkat juga menghadirkan risiko baru,” ujar Matveev.

Ia menambahkan, peningkatan penggunaan perangkat berbasis AI turut membawa tantangan baru bagi perusahaan dalam menjaga data. Karena itu, kehadiran permanen SearchInform di Indonesia menjadi bagian dari strategi pengembangan jangka panjang perusahaan di Asia Tenggara.

“Kehadiran kami di Jakarta memungkinkan SearchInform tidak hanya menyediakan perangkat lunak, tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan kepada mitra dan pelanggan di setiap tahap, mulai dari konsultasi dan pengujian hingga implementasi serta penggunaan sehari-hari,” ujar Matveev.

Ke depan, SearchInform juga akan memperluas aktivitasnya di Indonesia melalui berbagai forum industri, dukungan komunikasi bagi mitra, serta pelatihan rutin bagi para praktisi keamanan siber dan informasi.

Kebutuhan perusahaan terhadap perlindungan data juga tidak terlepas dari penerapan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Business Development Manager PT Nalela Karya Persada Christian Perdana mengatakan, regulasi tersebut mendorong organisasi memberikan perhatian lebih serius terhadap perlindungan data.

Namun, menurut Christian, kebutuhan tersebut tidak berhenti pada pemenuhan aspek regulasi. Perusahaan juga mulai membutuhkan langkah operasional untuk memastikan data yang dimiliki tetap terlindungi dalam aktivitas sehari-hari.

“Organisasi kini membutuhkan visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas bagaimana data sensitif dan data pribadi diakses, digunakan, dibagikan, dan dilindungi. Di sinilah kami melihat relevansi yang kuat bagi SearchInform, khususnya dalam hal pencegahan kebocoran data, pengelolaan risiko internal, dan pemantauan aktivitas karyawan,” ujarnya.

Menurut Christian, kebutuhan tersebut akan berkembang ketika perusahaan mulai bergerak dari sekadar memahami regulasi menuju penerapan langkah-langkah nyata untuk melindungi data.

“Kami melihat peluang ini akan terus berkembang ketika perusahaan mulai bergerak dari sekadar memahami regulasi menuju penerapan langkah-langkah nyata untuk melindungi data mereka dengan lebih baik. Bagi kami, langkah berikutnya adalah mengubah minat yang terlihat dalam acara ini menjadi peluang dan proyek yang konkret,” lanjut Christian.

Gambaran mengenai kebutuhan pasar tersebut terlihat dari peresmian kantor SearchInform di Jakarta yang dihadiri lebih dari 80 profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kelompok industri, termasuk perusahaan integrator sistem, mitra teknologi, penyedia managed security services, serta pelanggan korporasi seperti NEC, Berca, Abhinawa, Visionet, Xquisite, dan lainnya.

Acara tersebut juga dilanjutkan dengan diskusi individual antara SearchInform dan sejumlah calon mitra. Lebih dari 50 perusahaan menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan solusi SearchInform ke dalam portofolio keamanan siber mereka dan memulai implementasi pilot bersama pelanggan utama.

Pembukaan kantor Jakarta menjadi langkah lanjutan dalam ekspansi SearchInform di Asia Tenggara. Sebelumnya, pada musim panas 2026, perusahaan telah membuka kantor di Ho Chi Minh City, Vietnam, dan Kuala Lumpur, Malaysia. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *