
PRESIDENT Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP), Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyerukan pentingnya penguatan gerakan masyarakat sipil (civil society) dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Seruan ini disampaikan saat memimpin konsolidasi ratusan elemen masyarakat dalam acara bertajuk ‘Suara Perdamaian dari Indonesia untuk Dunia dan Kemerdekaan Palestina’. Acara ini berlangsung di Aula Kolabora Kebaikan, Kantor Rumah Zakat Bandung, Jum’at (18/9), pukul 13.00 – 17.00 WIB.
Di hadapan sekitar 130 tokoh lintas sektor, Prof. Sudarnoto mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya.
“Atas nama koalisi, kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kolabora Kebaikan, Qudwah Indonesia, dan khususnya Rumah Zakat yang telah bersinergi menyelenggarakan pertemuan strategis ini,” katanya mengawali.
“Gerakan kemanusiaan dari berbagai simpul masyarakat harus terus dikuatkan sebagai wujud dukungan riil dan berkelanjutan bagi kemerdekaan Palestina,” sambung Prof. Sudarnoto menekankan.
Visi Menyatukan Gerakan di Asia Pasifik
Gagasan besar Prof. Sudarnoto untuk menyatukan kekuatan lintas sektor ini diterjemahkan secara taktis jajaran di bawah koalisinya. Direktur Eksekutif Headquarter Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine yang juga CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha menjelaskan, koalisi terus bekerja menjadi hub dan agregator.
“Kita menggerakkan keumatan, ulama, akademisi, pemuda, perempuan, dan pihak lainnya untuk bergerak bersama membela Palestina, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik,” tegasnya.
Ditempat yang sama, hal tersebut turut diamini Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, yang juga Program Direktur Koalisi. “Kami berharap seluruh entitas untuk menanggalkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi bersama demi kemanusiaan,” terang Lukman.
Dukungan Multi-Sektor Terhadap Visi Koalisi
Langkah Prof. Sudarnoto dan koalisi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah yang diwakili langsung Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Komitmen sinergi untuk memperluas dampak (impact) dukungan juga ditekankan Dewan Pengawas Rumah Zakat, Nur Efendi.
Sementara itu, sejalan dengan visi gerakan akar rumput, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI, Oke Setiadi Affendi, memberikan refleksi sejarah yang menggugah.
“Atas nama Koalisi Asia Pacific for Quds and Palestine, gerakan civil society saat ini memiliki potensi untuk melahirkan ‘Salahuddin-Salahuddin’ baru dari kalangan orang biasa sebagai agen perubahan dan pendukung kemerdekaan,” ungkap Oke Setiadi.
Di tingkat internasional, visi koalisi ini juga diperkuat perwakilan Global Coalition for Quds and Palestine, Abu Jawad. Ia mendorong agar dukungan Indonesia diperkuat melalui strategi muqatha’ah (boikot) yang tepat sasaran, berfokus langsung pada entitas penjajah dan korporasi penyokong genosida.
Keberhasilan konsolidasi yang dipimpin oleh Prof. Sudarnoto ini terlihat nyata dari keragaman peserta yang memadati acara yang dipandu host Bunny Asfian. Keterlibatan aktif dari Direktur SMART 171, Maimon Herawati, perwakilan suporter sepak bola Viking Persib Club, Yana Umar, Ketua PW Salimah Jawa Barat, Ruli Kurnia Dwi Cahyani, hingga pendakwah dan influencer Ghinan Rhinda, membuktikan bahwa seruan koalisi ini telah berhasil merangkul akademisi, komunitas olahraga, tokoh perempuan, hingga generasi muda dalam satu frekuensi perjuangan untuk Palestina. (E-4)
