Tai Chi Efektif Atasi Gangguan Tidur dan Nyeri Penyintas Kanker
Ilustrasi.(Magnific)

TAI Chi, seni bela diri kuno asal Tiongkok, kini semakin dikenal luas sebagai praktik pendukung kebugaran dan kesehatan. Latihan yang mengombinasikan gerakan lambat, pengaturan pernapasan, postur tubuh, hingga konsentrasi ini tidak lagi hanya dipandang sebagai bela diri, tetapi juga aktivitas relaksasi yang efektif.

Baru-baru ini, manfaat Tai Chi diteliti lebih lanjut bagi para penyintas kanker yang sering kali masih merasakan keluhan fisik dan mental pascapengobatan. Berdasarkan studi Mindfulness and Tai Chi for Cancer Health (MATCH) yang melibatkan 587 penyintas dari berbagai jenis dan stadium kanker, praktik Tai Chi dan Qigong terbukti membantu mengatasi gangguan tidur, kelelahan, serta gangguan akibat nyeri.

Kelelahan dan Gangguan Nyeri Ikut Membaik

Dalam penelitian tersebut, para peserta dibagi ke dalam dua pendekatan berbeda untuk dibandingkan efektivitasnya. Pertama adalah Tai Chi/Qigong (TCQ) yang menggabungkan gerakan tubuh perlahan dengan meditasi. Kedua adalah mindfulness-based cancer recovery (MBCR) yang menitikberatkan pada latihan kesadaran.

Hasil studi menunjukkan data yang signifikan:

  • Kelelahan: Peserta kelompok TCQ mengalami perbaikan tingkat kelelahan sebesar 3,42 poin, sementara kelompok MBCR menunjukkan perbaikan sebesar 3,66 poin dibandingkan kelompok kontrol.
  • Gangguan Nyeri: Meski tingkat keparahan nyeri tidak berubah secara drastis, kedua kelompok merasakan penurunan pada “gangguan akibat nyeri” dalam aktivitas sehari-hari. Kelompok TCQ mencatat penurunan 1,52 poin dan kelompok MBCR sebesar 1,10 poin.

Secara keseluruhan, kedua metode ini efektif memperbaiki kelelahan dan dampak nyeri. Namun kelompok TCQ memberikan nilai tambah berupa perbaikan kualitas tidur yang lebih nyata.

Manfaat Tai Chi yang Lebih Luas

Selain membantu pemulihan penyintas kanker, data dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center menyebutkan bahwa Tai Chi memiliki beragam manfaat kesehatan lain, antara lain:

  • Keseimbangan: Meningkatkan stabilitas tubuh dan mengurangi risiko jatuh, terutama pada lansia.
  • Kekuatan dan Fleksibilitas: Memperkuat otot, meningkatkan stamina, serta memperbaiki postur tubuh.
  • Kualitas Tidur: Membantu mengatasi insomnia dan gangguan tidur pada pasien kronis.
  • Stres dan Peradangan: Menurunkan hormon stres dan penanda peradangan dalam tubuh.
  • Fungsi Imun: Meningkatkan respons kekebalan tubuh, termasuk terhadap vaksin tertentu seperti herpes zoster.

Karena gerakannya yang lembut dan rendah risiko cedera, Tai Chi dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia. Namun, bagi individu yang memiliki cedera otot atau tulang yang serius, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan ini. (Journal of Clinical Oncology/Memorial Sloan Kettering Cancer Center/National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH)/Alodokter/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *