Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, 35 Petugas Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda bekas TPA Jatibarang Kota Semarang Jumat (18/9) malam membuat kepanikan warga sekitar.(doc warga)

KEBAKARAN melanda tumpukan sampah di kawasan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (18/9) malam tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar karena kobaran api dengan cepat membesar dan meluas hingga area seluas 2 hingga 3 hektare.

Proses pemadaman terus berlangsung hingga menjelang dini hari. Banyaknya tanaman liar yang mengering serta tingginya kandungan gas metana di dalam tumpukan sampah bekas TPA menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

Seorang warga BSB Semarang, Andik, 55, menceritakan kepanikan saat melihat kebakaran tersebut saat melintas di area sekitar. “Apinya sangat besar, ketika saya lewat Gedung panen terlihat membumbung tinggi dan petugas terus menyembuhkan air ke atea spi tapi tidak kunjung padam,” kata Andik.

Hal senada disampaikan oleh Nur Cholis, warga Kedungpane Semarang. Ia mengaku terkejut melihat api membakar kawasan yang sudah tidak beroperasi lagi tersebut. Menurutnya, lokasi itu sudah cukup lama ditutup dan pintu gerbangnya terkunci tanpa ada aktivitas pembuangan sampah. “Lokasi sudah banyak ditumbuhi tanaman liar dan pada musim kemarau ini memang mengering,” tambah Nur Cholis.

Untuk menjinakkan si jago merah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengerahkan sebanyak 35 personel dengan dukungan 7 unit mobil pemadam kebakaran. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menjelaskan bahwa penanganan langsung dilakukan begitu menerima laporan awal pada Jumat malam sekitar pukul 19.10 WIB.

“Jadi awalnya saya dihubungi Kepala TPA Jatibarang yang menginformasikan tethadi kebakaran di bagian atas, kemudian jug ada telepon dari sejumlah warga sekitar, sehingga segera dikirimkan personil beserta mobil damkar ke sana,” ujar Tantri Pradono.

Setibanya di lokasi TPA lama tersebut, petugas langsung melakukan isolasi atau melokalisasi kobaran api agar tidak semakin meluas ke pemukiman atau area sekitar, lalu dilanjutkan dengan pemadaman pada titik-titik api utama. “Secara bertahap dapat dikendalikan dan kini sudah padam,” tambahnya.

Hingga Sabtu (19/9), puluhan petugas Damkar Kota Semarang masih bersiaga di lokasi dengan menyemprotkan air di area yang masih mengeluarkan asap. Proses pendinginan serta patroli rutin terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api susulan yang berpotensi membesar kembali.

Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak Damkar Kota Semarang masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Namun, dugaan sementara mengarah pada gesekan tanaman liar yang mengering di musim kemarau hingga memicu percikan api. “Sedangkan di bagian bawah tanaman itu masih terdapat tumpukan sampah serta ada gas metana,” imbuh Tantri. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *