
DOKTER Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi, dr. Andar R. Siregar, Sp.U, Subsp.Onk.(K), MARS, menjelaskan bahwa pigmen alami bernama likopen yang terkandung dalam tomat terbukti secara ilmiah memiliki andil besar dalam upaya pencegahan kanker prostat.
“Yang bisa dilakukan sebagai salah satu bentuk pencegahan kanker prostat melalui dietary (diet) ya, seperti memakan tomat yang sudah direbus karena mengandung banyak likopen dan ini sudah terbukti secara ilmiah,” ujar Andar dikutip dari Antara, Kamis (17/9).
Lulusan Universitas Indonesia tersebut menyampaikan bahwa tomat merupakan salah satu bahan pangan yang telah teruji memiliki kadar likopen tinggi, terutama setelah melalui proses pemasakan atau direbus. Meski tidak menyebutkan angka pastinya, kadar likopen tersebut dinilai jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mengonsumsi tomat dalam kondisi mentah atau belum dimasak.
Likopen terbukti bermanfaat secara klinis dalam membantu menurunkan angka Prostate-Specific Antigen (PSA), yakni jumlah protein dalam darah yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Apabila hasil pemeriksaan laboratorium mendapati nilai PSA lebih dari 4,0 ng/mL, pasien patut dicurigai memiliki risiko tinggi terkena kanker prostat.
“Dulu publikasinya ada di Italia, di satu kampung, kok rendah banget (angka kasus) kanker prostatnya, ternyata makanan mereka makan tomat yang diproses, direbus dulu, makan spageti, pizza, ternyata karena di Italia, likopen itu dinilai baik untuk menurunkan PSA,” ucap Andar.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa likopen tidak hanya berfungsi menekan kadar PSA, tetapi juga bertindak sebagai sumber antioksidan yang sangat baik bagi kesehatan prostat tanpa memicu pengentalan darah.
Pola Hidup Sehat dan Konsumsi Serat untuk Keseimbangan Prostat
Selain rutin mengonsumsi olahan tomat, dr. Andar menyarankan masyarakat untuk melengkapi pola makan sehat dengan memperbanyak asupan sayuran yang kaya serat serta produk olahan kacang kedelai guna menjaga kesehatan fungsi prostat secara optimal.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap memerhatikan batasan porsi dalam mengonsumsi jenis makanan tertentu, termasuk produk hewani.
“Makan daging merah itu juga boleh, tapi secukupnya saja, tidak boleh berlebihan,” pesan dokter yang kini berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah tersebut.
Mengutip laporan dari laman Health, kandungan beta-karoten dan likopen di dalam tomat bekerja aktif sebagai sumber antioksidan kuat yang membantu melawan sel-sel kanker. Antioksidan ini berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang dapat memicu keganasan, sekaligus membantu menekan pertumbuhan sel kanker secara efektif.
(Ant/P-4)
