Financial Fitness Index 2026: 92 Persen Anak Muda Indonesia Rutin Menabung
Studi FFI 2026 dari OCBC dan NielsenIQ mengungkap 92% anak muda Indonesia rutin menabung meski skor kesehatan finansial secara umum mengalami penurunan.(OCBC)

Perubahan kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup menuntut masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih bijak. Menanggapi fenomena tersebut, OCBC bekerja sama dengan NielsenIQ (NIQ) kembali meluncurkan Financial Fitness Index (FFI) 2026, sebuah studi komprehensif yang mengukur kesehatan finansial masyarakat Indonesia serta memotret perubahan perilaku dan kesiapan finansial masa depan.

Berdasarkan temuan FFI 2026, skor financial fitness anak muda Indonesia tercatat sebesar 39,64. Angka ini menunjukkan penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 40,60. Meski demikian, terdapat tren positif yang signifikan, di mana 92 persen anak muda di Indonesia dilaporkan sudah mulai menabung secara rutin.

Kesenjangan Persepsi dan Realitas Finansial

Studi ini juga menyoroti adanya kesenjangan antara persepsi masyarakat dengan kesiapan finansial yang sebenarnya. Sebanyak 55% responden merasa perencanaan keuangan mereka saat ini akan membawa kesuksesan di masa depan. Namun, realitanya 80% masyarakat belum melakukan pencatatan keuangan secara disiplin, dan baru 27% yang memiliki dana darurat.

Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia, Inggit Primadevi, menjelaskan bahwa di tengah penurunan skor FFI, kebutuhan untuk memenuhi kewajiban dasar seperti biaya hidup sehari-hari dan pembayaran utang tetap kuat.

“Yang menarik, kita melihat semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya,” ujar Inggit, Jumat (18/9).

Pentingnya Dana Darurat sebagai Fondasi Investasi

Temuan FFI 2026 mempertegas bahwa kepemilikan dana darurat menjadi kunci pertumbuhan finansial (financial growth). Masyarakat yang telah memiliki dana darurat menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki instrumen investasi kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, hingga forex.

Personal Banking Segment Head OCBC, Lauda Muliana, menekankan bahwa sehat secara finansial bukan sekadar memiliki banyak uang, melainkan memiliki fondasi untuk menghadapi ketidakpastian.

“Perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi kita, menentukan prioritas, membangun resilience, dan kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing. Jadi bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten,” kata Lauda.

Strategi Wealth Management OCBC:

  • Personal: Strategi yang disesuaikan melalui fitur Financial Fitness Check Up (FFCU) dan For Your Investment.
  • Digital: Akses informasi dan solusi perencanaan keuangan yang mudah melalui aplikasi OCBC Mobile.
  • Inklusif: Layanan wealth management yang dirancang untuk semua segmen masyarakat, bukan hanya kalangan tertentu.

Lifestyle dan Kesehatan Finansial

FFI 2026 juga menemukan bahwa individu yang memiliki dana darurat, kebiasaan menabung, dan investasi tetap mampu menikmati gaya hidup (lifestyle) tanpa mengorbankan kebutuhan jangka panjang. Hal ini membuktikan bahwa financial fitness adalah tentang kemampuan menentukan prioritas.

Sebagai bagian dari edukasi tersebut, OCBC menghadirkan Nyala Festival untuk menunjukkan bahwa perencanaan keuangan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. “Nyala Festival mendorong masyarakat untuk semakin #FUNanciallyFit,” tutup Lauda. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *