
KABUPATEN Purwakarta menghasilkan 200 ton sampah setiap hari dari 11 Kecamatan di Purwakarta. Jumlah sebanyak itu belum seluruhnya terlayani sehingga Pemerintah Daerah mendorong pengelolaan sampah secara lebih komprehensif, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tempat pemrosesan akhir di TPA.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, Agung Darwis Suriaatmadja, mengatakan tingginya produksi sampah tersebut menjadi tantangan yang harus ditangani bersama.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi nilai ekonomi dan ekologis apabila dilakukan secara tepat.
“Hingga saat ini, Kabupaten Purwakarta memproduksi hampir 200 ton sampah per hari dari 11 kecamatan dan belum seluruhnya terlayani. Untuk itu, kami tegaskan perlu adanya pembangunan sistem pengelolaan sampah yang komprehensif dengan pemilahan sejak dari rumah hingga di tempat pembuangan akhir atau TPA,” kata Agung Darwis, Rabu (16/9).
Agung menilai, pemilahan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah penting untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih efektif. Karena itu, pengelolaan tidak bisa hanya mengandalkan penanganan di tingkat TPA.
Agung mengatakan seluruh pemangku kepentingan harus mendukung sistem pengelolaan sampah terpilah. Sistem tersebut diharapkan dapat dimulai dari tingkat desa dan kelurahan, kemudian terintegrasi hingga tingkat kabupaten.
Agung juga meminta seluruh perangkat daerah memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsinya kepada kepala desa dan lurah dalam menerapkan tata kelola pengelolaan sampah secara terpilah di wilayah masing-masing.
Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Agung berharap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Purwakarta dapat berjalan lebih baik sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (RZ)
