Ini 3 Masalah Utama yang Jadi Fokus Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto.(MGN)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus fokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, energi, pengentasan kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” sebagaimana dirilis Badan Komunikasi Pemerintah, di Jakarta, Rabu (16/9), Presiden mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Yang paling mendasar adalah bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM,” kata Prabowo.

Pemerintah juga terus mengantisipasi kebutuhan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit, termasuk biodisel 50 persen (B50), serta pengembangan energi surya dalam skala besar.

Selain pangan dan energi, Prabowo menegaskan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan kelaparan anak, stunting, serta kemiskinan absolut dan kemiskinan ekstrem. “Bagi saya yang kita harus segera atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting dan kemiskinan absolut, kemiskinan ekstrem,” katanya menegaskan.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan agenda efisiensi anggaran dan penyelamatan uang negara dari berbagai kebocoran. Pemerintah, kata Presiden, kemudian mengarahkan sumber daya yang tersedia untuk investasi pada sektor-sektor produktif yang dapat menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja.

Di sektor ekonomi, pemerintah juga mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menyebut pemerintah telah memulai sejumlah proyek hilirisasi yang diharapkan dapat memperkuat industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja.

Penguatan ekonomi masyarakat turut dilakukan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok hingga tingkat desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi biaya logistik.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa integrasi antara desa nelayan dan Koperasi Desa Merah Putih juga dapat memberikan kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Jadi mereka tidak akan khawatir offtaker-nya ke mana. Ini perhitungannya sangat jelas, kehidupan mereka tambah baik,” kata Presiden lagi.

Di sektor pendidikan, pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, antara lain melalui digitalisasi pembelajaran, renovasi sekolah, dan peningkatan kompetensi guru.

Presiden menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi Indonesia agar mampu menghadapi tantangan ke depan. “Kita ingin semua lebih cepat, tapi insya Allah kita akan berhasil capai sasaran kita,” katanya pula. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *