IHSG Melemah ke 6.436 Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Rabu (16/9) di zona merah. Pergerakan pasar saham domestik berlangsung dalam suasana wait and see menjelang hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve atau The Fed.

IHSG ditutup turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85. Penurunan juga terjadi pada indeks LQ45 yang mencerminkan kinerja 45 saham unggulan. Indeks tersebut terkoreksi 3,80 poin atau 0,58% menjadi 646,96.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh penantian pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed.

“IHSG bergerak mixed menantikan kebijakan moneter The Fed,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Ratna menjelaskan, pasar saham di kawasan Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga minyak mentah dunia setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat secara tidak terduga.

Persediaan minyak mentah AS pada pekan sebelumnya tercatat bertambah sebesar 7,14 juta barel.

Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi global relatif stabil menjelang pengumuman keputusan kebijakan moneter The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) meningkat menjadi 92% menjelang pertemuan yang berlangsung pada 15-16 September 2026.

Pasar Menanti Sejumlah Kebijakan di Dalam Negeri

Dari pasar domestik, investor juga mencermati sejumlah perubahan aturan perdagangan saham yang akan segera diterapkan.

Salah satunya adalah pemberlakuan batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai. Batas tersebut akan berubah dari Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham mulai 28 September 2026.

Pelaku pasar juga menantikan penerapan transaksi short selling yang dijadwalkan efektif pada Oktober 2026. Sementara itu, Daftar Efek Short Selling akan diterbitkan pada 28 September 2026.

IHSG Sempat Menguat Sebelum Kembali Melemah

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di zona negatif. Namun, indeks kemudian berbalik ke wilayah positif hingga berakhirnya sesi pertama.

Memasuki sesi kedua, tekanan kembali muncul. IHSG bergerak turun ke zona merah dan mempertahankan pelemahan tersebut sampai perdagangan saham ditutup.

Berdasarkan klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang berhasil mencatat kenaikan. Sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,19%, kemudian sektor barang konsumen primer yang tumbuh 0,10%.

Sebaliknya, sembilan sektor mengalami penurunan. Sektor teknologi menjadi sektor dengan koreksi terdalam, yakni 1,20%. Berikutnya, sektor infrastruktur turun 1,18%, sedangkan sektor barang konsumen non-primer melemah 1,01%.

Daftar Saham Penguat dan Pelemah Terbesar

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga paling besar pada perdagangan Rabu. Saham tersebut meliputi MGNA, UANG, VISI, VAST, dan YULE.

Sementara itu, saham yang mengalami penurunan harga terbesar adalah INTD, SAPX, DEFI, BKDP, dan FILM.

Aktivitas perdagangan saham di BEI tercatat mencapai sekitar 1.840.000 transaksi. Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 23,77 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp12,24 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 213 saham menguat, 456 saham melemah, sementara 293 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Bursa Asia Mayoritas Menguat

Perdagangan saham di sejumlah bursa utama Asia pada Rabu sore mayoritas berakhir positif.

Indeks Nikkei Jepang naik 0,78% ke level 63.982,00. Indeks Shanghai Tiongkok menguat 0,71% menjadi 3.891,60, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 0,19% ke posisi 24.713,78.

Penguatan terbesar dicatat indeks Kospi Korea Selatan yang naik 1,37% menjadi 6.717,97. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura menjadi salah satu yang melemah, turun 0,06% ke level 5.635,41.

Dengan demikian, perhatian investor selanjutnya masih tertuju pada hasil pertemuan The Fed serta arah kebijakan moneter AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan global dan IHSG. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *