Konsumsi BBM Subsidi Naik, ESDM Kaji Penambahan Kuota Pertalite dan Solar
Konsumsi BBM bersubsidi.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyusul peningkatan konsumsi masyarakat, terutama setelah harga BBM nonsubsidi naik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah masih menghitung kebutuhan tambahan kuota, khususnya untuk solar subsidi.

“Masih dilakukan perhitungan-perhitungan, khususnya untuk solar subsidi. Sepertinya akan ada penambahan kuota,” kata Laode seusai rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Laode, konsumsi BBM bersubsidi mengalami peningkatan. Selain itu, kondisi El Nino turut memengaruhi kelancaran distribusi BBM di sejumlah daerah.

Ia menjelaskan, El Nino menyebabkan sejumlah sungai mengalami pendangkalan bahkan mengering, termasuk di beberapa wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut membuat distribusi BBM yang sebelumnya menggunakan kapal harus dialihkan melalui jalur darat menggunakan truk tangki.

“Ketibaan truknya tidak secepat kalau kami kirim lewat sungai. Jadi, membutuhkan waktu. Makanya ada waktu tunggu yang harus disiapkan di SPBU-SPBU,” ujarnya.

Menurut Laode, tambahan waktu distribusi itu menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Meski demikian, ia memastikan stok BBM tetap tersedia.

“Ini yang kami imbau kepada masyarakat, jangan khawatir. Barangnya ada,” kata Laode.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite meningkat setelah harga Pertamax naik pada Juni 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan rata-rata penyaluran Pertalite sebelum kenaikan harga Pertamax mencapai 75.795 kiloliter (kl) per hari.

Setelah harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, konsumsi Pertalite meningkat menjadi 82.760 kl per hari atau naik 9,19 persen dibandingkan rata-rata sebelumnya.

Pada Juli 2026, rata-rata penyaluran Pertalite kembali meningkat menjadi 85.589 kl per hari. Angka tersebut naik 12,92 persen atau bertambah 9.794 kl per hari dibandingkan periode sebelum kenaikan harga Pertamax.

Sementara pada Agustus 2026, konsumsi Pertalite mulai menurun menjadi rata-rata 84.368 kl per hari, meski masih berada di atas tingkat konsumsi sebelum kenaikan harga Pertamax. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *