
KUDA Biru Project memilih DKI Jakarta sebagai lokasi awal pelaksanaan program PELITA (Penerangan Lingkungan Tenaga Surya), yang salah satu titiknya berada di Majlis Ta’lim Mardhiyyah, Joglo Baru, Jakarta Barat. Program tersebut diresmikan oleh Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana, pada Selasa (19/8), sebagai upaya menghadirkan bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Merry mengatakan bahwa pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal dilakukan karena program tersebut ingin dimulai dari lingkungan yang dekat dengan mereka. Menurutnya, sebuah gerakan kemanusiaan tidak harus langsung dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari satu titik yang benar-benar membutuhkan manfaat.
“Saya selalu percaya kita mulai dari apa yang kita bisa dulu, dari mana kita berasal. Kebetulan karena saya juga berdomisili di Jakarta, cara yang terbaik adalah dengan lingkungan sekitar kita, mulai dari Jakarta,” ujar Merry.
PELITA menjadi langkah Kuda Biru Project untuk menghadirkan bentuk bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya berupa bantuan sosial. Lampu tenaga surya yang dipasang di lokasi tersebut memiliki kapasitas 60 watt dan diharapkan dapat membantu aktivitas warga yang beribadah, mengaji, maupun masyarakat yang melintas pada malam hari.
PELITA di Joglo Baru menjadi titik kedua yang telah diresmikan Kuda Biru Project. Ke depan, program ini ditargetkan hadir di enam titik di Jakarta sebelum berpotensi diperluas ke wilayah lainnya.
Merry menjelaskan, penggunaan tenaga surya dipilih karena memiliki manfaat jangka panjang sekaligus lebih ramah lingkungan. Lampu tersebut juga tetap dapat digunakan ketika terjadi pemadaman listrik, sehingga penerangan di kawasan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik konvensional.
“Kalau misalnya mati listrik, ini tetap menyala,” kata Merry.
PELITA di Joglo Baru menjadi titik kedua yang telah diresmikan Kuda Biru Project. Ke depan, program ini ditargetkan hadir di enam titik di Jakarta sebelum berpotensi diperluas ke wilayah lainnya.
Merry berharap penerangan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menilai kawasan yang gelap dapat menimbulkan rasa tidak nyaman sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kejahatan.
“Yang kami nyalakan bukan hanya lampu dan cahaya, tapi semoga kami bisa menyalakan harapan juga, menyalakan kebaikan. Karena daripada kita mencaci kegelapan, lebih baik kita menyalakan lilin dan membagi kebaikan,” ujar Merry.
Melalui program tersebut, Kuda Biru Project ingin memperluas bentuk kontribusi kemanusiaan dari sekadar bantuan sosial menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat setiap hari. Pemilihan Jakarta sebagai titik awal menjadi langkah untuk membangun penerangan secara bertahap sebelum program diperluas ke wilayah lainnya.
