
STROKE masih menjadi salah satu ancaman kesehatan paling mematikan dan memicu kecacatan di seluruh dunia. Walau faktor risiko seperti usia dan riwayat keluarga tidak bisa diubah, gaya hidup harian justru memegang peranan sangat krusial. Menariknya, kebiasaan yang Anda lakukan di sore hingga malam hari, khususnya setelah pukul 17.00, memiliki dampak langsung terhadap tekanan darah, kualitas tidur, dan kesehatan pembuluh darah otak.
Para ahli kesehatan dan nutrisi menyoroti beberapa kebiasaan malam hari yang sering diabaikan padahal berpotensi meningkatkan risiko stroke secara signifikan. Berikut adalah empat hal yang sebaiknya dihindari setelah pukul 5 sore:
1. Makan Malam Terlalu Larut
Mengonsumsi makanan berat menjelang waktu tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan pola tidur alami. Proses pencernaan yang aktif di malam hari memaksa tubuh bekerja ekstra saat seharusnya beristirahat. Kondisi ini dapat memicu lonjakan gula darah serta tekanan darah di malam hari, yang dalam jangka panjang memperberat beban pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam dan Olahan
Makan malam yang kaya akan natrium (garam), seperti makanan cepat saji, camilan asin, atau makanan olahan, menjadi pemicu utama hipertensi. Konsumsi natrium berlebih di malam hari menyebabkan retensi cairan dan menaikkan tekanan darah saat tidur, fase di mana tekanan darah seharusnya menurun secara alami (nocturnal dipping). Tekanan darah yang tetap tinggi sepanjang malam menjadi faktor pendorong utama terjadinya stroke.
3. Mengonsumsi Alkohol dan Kafein menjelang Malam
Menikmati kopi, teh pekat, atau minuman beralkohol di malam hari dapat merusak arsitektur tidur dan memicu gangguan tidur seperti insomnia atau *sleep apnea*. Kurang tidur berkualitas atau terbangun secara berkala meningkatkan hormon stres cortisol dan memperburuk tekanan darah. Selain itu, alkohol dapat meningkatkan risiko aritmia jantung serta hipertensi.
4. Kurang Bergerak dan Begadang hingga Larut Malam
Menghabiskan sisa malam hanya dengan duduk santai tanpa aktivitas fisik ringan, lalu dilanjutkan dengan begadang, menghambat sirkulasi darah dan menurunkan sensitivitas insulin. Tubuh yang kurang istirahat tidak mendapat kesempatan untuk memulihkan fungsi sistem kardiovaskular secara optimal.
Untuk menekan risiko stroke, para pakar merekomendasikan makan malam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur, memilih sajian bernutrisi seimbang yang rendah garam, serta menjaga konsistensi jam tidur harian. Langkah-langkah kecil setelah pukul 5 sore ini sangat efektif menjaga pembuluh darah tetap sehat hingga usia lanjut. (Eating Well/Z-2)
