Mendag Budi Santoso Hadiri Pertemuan BRICS di India
Menteri Perdagangan Budi Santoso(Antara)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertolak ke India pada Rabu (5/8) malam untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS. Kunjungan ini bertujuan membahas berbagai isu strategis perdagangan global, mulai dari sistem perdagangan multilateral hingga fasilitasi perdagangan jasa.

Budi menyatakan bahwa pertemuan yang berlangsung pada 6-7 Agustus 2026 tersebut merupakan forum strategis bagi para menteri perdagangan negara anggota BRICS. Fokus utama pembahasan meliputi ketahanan rantai nilai global, ekonomi digital, serta penguatan kerja sama perdagangan antaranggota.

“Keikutsertaan ini sekaligus memastikan kepentingan nasional Indonesia tercermin dalam berbagai inisiatif kerja sama yang dihasilkan BRICS,” ujar Budi dalam keterangan resminya di Jakarta.

Fokus pada Ketahanan dan Inovasi

Tahun ini, BRICS berada di bawah Presidensi India dengan mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tema tersebut menegaskan komitmen anggota untuk membangun ketahanan ekonomi, mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan global.

Sejalan dengan visi tersebut, Indonesia akan memperjuangkan beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Perluasan akses pasar bagi produk nasional.
  • Peningkatan arus investasi ke dalam negeri.
  • Penguatan sistem perdagangan multilateral yang terbuka, transparan, inklusif, dan berbasis aturan.

Indonesia juga mendorong kerja sama yang mampu meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi nasional, serta mendukung pertumbuhan inklusif bagi negara-negara berkembang.

“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi yang erat antaranggota BRICS menjadi makin penting untuk menciptakan perdagangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” tambah Budi.

Agenda Bilateral dan Kontribusi Digital

Selain agenda utama, Mendag Budi dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan menteri perdagangan dari negara mitra, seperti India, Mesir, Brasil, dan Uni Emirat Arab. Pertemuan ini akan membahas penguatan hubungan ekonomi baik secara bilateral maupun regional.

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi melalui penguatan fasilitasi perdagangan jasa, transformasi digital, serta pengembangan rantai nilai global yang lebih resiliensi dan saling menguntungkan.

Sekilas Tentang BRICS

BRICS adalah kelompok kerja sama geopolitik dan ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara berkembang (emerging economies). Indonesia resmi bergabung menjadi anggota penuh pada 2025, bergabung dengan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada 2025, anggota BRICS secara kolektif mencakup 41,41 persen PDB dunia, 28 persen perdagangan global, dan 45 persen populasi global.

(Ant/E-3) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *