Menag Gagas Program Persiapan LPDP bagi Santri dan Talenta PTKIN
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar.(Dok. Antara)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggagas program pembinaan khusus untuk mempersiapkan santri dan talenta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengikuti seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing peserta melalui penguatan kemampuan akademik dan bahasa asing.

Gagasan tersebut disampaikan Menag saat menerima audiensi Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Ciputat dan Tangerang Selatan. Dalam pertemuan itu, pengurus IKA PMII memaparkan roadmap pengembangan talenta alumni yang kemudian mendapat respons positif dari Menteri Agama.

Menurut Menag, santri memiliki potensi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, diperlukan sistem pembinaan yang mampu membantu mereka memenuhi berbagai persyaratan seleksi beasiswa LPDP.

“LPDP sangat dibutuhkan pesantren. Kita perlu proaktif membangun keberpihakan. Yang harus disiapkan adalah kemampuan bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), dan pendampingannya. Bagaimana membuat kemampuan TOEFL mereka meningkat, misalnya dalam enam bulan bisa mencapai target yang dibutuhkan,” kata Menag di Jakarta, Sabtu (1/8).

Ia menegaskan, program pembinaan tersebut sebaiknya tidak hanya diperuntukkan bagi alumni organisasi tertentu. Fokus utama, kata dia, adalah menjaring dan membina talenta-talenta terbaik dari kalangan santri agar memiliki peluang lebih besar memperoleh beasiswa dan berkiprah di tingkat internasional.

“Orientasi kita itu kepada talenta. Jangan hanya melihat organisasinya, tetapi bagaimana kita menyiapkan orang-orang terbaik. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, saya yakin peluang mereka lolos LPDP akan semakin besar,” ujar Menag.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Nasaruddin meminta agar konsep program segera disusun secara lebih matang sehingga dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mendukung pelaksanaan program.

“Kita bisa mengajukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), untuk mendukung penyediaan tempat, kurikulum, tenaga pendamping, dan kebutuhan lain dalam pelaksanaan program,” pungkasnya. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *