
BUMI ternyata tidak sesederhana bola raksasa yang selama ini dibayangkan. Planet tempat manusia tinggal ini terus mengalami perubahan bentuk akibat pergeseran massa di permukaannya.
Uniknya, perubahan tersebut membuat Bumi menjadi sedikit lebih bulat pada bagian padatnya, tetapi pada saat yang sama bentuk gravitasinya justru semakin gepeng.
Fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan massa di berbagai wilayah Bumi, terutama akibat mencairnya lapisan es di kawasan kutub.
Ketika es mencair, massa yang sebelumnya terkonsentrasi di kutub berpindah ke lautan sehingga memengaruhi permukaan, distribusi massa, hingga cara Bumi berputar.
Perubahan Bentuk Bumi
Dilansir dari ScienceAlert, penelitian terbaru menunjukkan permukaan padat Bumi mengalami perubahan akibat pergerakan massa dari wilayah kutub ke daerah dengan lintang lebih rendah.
Penelitian tersebut menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk mengamati perubahan vertikal permukaan Bumi.
Secara alami, rotasi Bumi membuat planet ini sedikit menggembung di bagian khatulistiwa dan lebih datar di wilayah kutub. Bentuk tersebut dikenal sebagai oblate spheroid. Namun, bentuk Bumi dapat berubah secara perlahan seiring perubahan distribusi massa di permukaannya.
Penelitian menunjukkan wilayah kutub mengalami kenaikan permukaan, sedangkan kawasan di sekitar khatulistiwa mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat bentuk padat Bumi menjadi sedikit lebih bulat atau tidak terlalu gepeng.
Es Kutub Mencair
Salah satu penyebab perubahan tersebut adalah mencairnya lapisan es di Greenland dan Antarktika. Ketika lapisan es yang selama ribuan tahun menekan permukaan Bumi berkurang, daratan di bawahnya perlahan mengalami kenaikan.
Proses tersebut dikenal sebagai glacial isostatic adjustment. Perubahan ini berlangsung sangat lambat, tetapi dapat terdeteksi menggunakan sistem pengukuran geodesi berpresisi tinggi.
Berdasarkan laporan dari ScienceAlert, air hasil pencairan es kemudian berpindah ke lautan. Perpindahan massa tersebut menambah beban di wilayah lain dan turut memengaruhi bentuk serta distribusi massa Bumi.
Makin Bulat Sekaligus Gepeng
Perubahan tersebut menghasilkan fenomena yang sekilas terdengar bertentangan. Bentuk padat Bumi menjadi lebih bulat karena permukaan di kutub naik dan kawasan khatulistiwa mengalami penurunan.
Namun, distribusi massa air justru dapat membuat bentuk gravitasi Bumi atau geoid menjadi semakin gepeng. Dengan demikian, “makin bulat sekaligus gepeng” merujuk pada dua aspek berbeda dalam mengukur bentuk Bumi.
Memengaruhi Rotasi Bumi
Berdasarkan informasi yang dikutip dari NASA, perubahan distribusi es dan air juga dapat memengaruhi rotasi Bumi. Pencairan es dan perpindahan air menuju wilayah lintang rendah mengubah distribusi massa planet sehingga turut memengaruhi kecepatan rotasinya.
Dikutip dari NASA, perubahan tersebut dapat membuat rotasi Bumi sedikit melambat dan memengaruhi posisi sumbu rotasi. Meski demikian, perubahan bentuk Bumi berlangsung dalam skala yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat secara langsung.
Perubahan tersebut baru dapat diketahui melalui pengamatan satelit, GNSS, serta berbagai instrumen geodesi yang mampu mengukur pergerakan permukaan Bumi dalam skala milimeter.
Sumber: NASA, Science Alert
