
PELATIH timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengungkapkan rasa lega yang mendalam setelah timnya memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sang juara bertahan harus berjuang ekstra keras sebelum akhirnya menaklukkan tim debutan, timnas Tanjung Verde, dengan skor tipis 3-2 melalui babak perpanjangan waktu di Stadion Miami, Amerika Serikat, Sabtu (4/7) pagi WIB.
Pertandingan babak 32 besar ini berjalan jauh lebih sengit dari yang diperkirakan banyak pihak. Scaloni mengakui bahwa nasib La Albiceleste bisa saja berakhir tragis jika mereka sedikit saja lengah menghadapi wakil Afrika yang tampil tanpa beban tersebut.
“Pertandingan yang sangat berat. Kami harus mengambil sisi positifnya karena tim ini tidak pernah menyerah. Kami juga harus memberi selamat kepada lawan. Ketika orang berkata tidak ada lawan yang mudah, Tanjung Verde membuktikannya hari ini. Mereka tim yang hebat,” ujar Scaloni usai laga.
Pelatih berusia 48 tahun itu menambahkan bahwa tersingkir di fase ini akan menjadi sebuah “kegilaan” bagi Argentina. Ia tidak menampik bahwa intensitas pertandingan telah menguras fisik para pemainnya hingga titik darah penghabisan.
“Kami mengakhiri pertandingan dalam kondisi sangat lelah. Mereka memberikan segalanya di lapangan,” imbuhnya.
Sihir Lionel Messi di Miami
Lionel Messi kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pembeda. Bermain di Miami, kota yang kini menjadi rumahnya bersama Inter Miami, sang kapten membuka keunggulan Argentina melalui kontrol bola dan penyelesaian akhir yang menjadi ciri khasnya.
Gol tersebut bukan sekadar pembuka jalan, melainkan catatan sejarah baru. Itu merupakan gol ketujuh Messi di turnamen edisi 2026, sekaligus gol ke-20 sepanjang karier legendarisnya di Piala Dunia.
Kejutan Tanjung Verde
Meski berstatus debutan, Tanjung Verde menunjukkan bahwa keberhasilan mereka menahan imbang tim-tim besar seperti Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi di fase grup bukanlah kebetulan. Mereka memberikan perlawanan sengit yang membuat lini pertahanan Argentina bekerja keras.
Deroy Duarte sempat menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui tendangan keras yang menghujam sudut gawang Argentina. Pasukan Scaloni sempat kembali memimpin lewat aksi Lisandro Martinez, namun semangat pantang menyerah Tanjung Verde membuahkan hasil saat Sidny Lopes Cabral mencetak gol penyeimbang yang memaksa laga berlanjut ke extra time.
Kemenangan Argentina akhirnya ditentukan melalui situasi bola mati. Sepak pojok yang dilepaskan Messi memicu kemelut setelah Cristian Romero memenangi duel udara. Bola kemudian mengenai Diney Borges dan masuk ke gawang sendiri sebagai gol bunuh diri yang memastikan langkah Argentina ke fase berikutnya.
Hasil Pertandingan: Argentina 3-2 Tanjung Verde (AET)
Pencetak Gol: Lionel Messi, Lisandro Martinez, Diney Borges (OG) / Deroy Duarte, Sidny Lopes Cabral.
Lokasi: Stadion Miami, Amerika Serikat.
Setelah melewati ujian berat dari Tanjung Verde, Lionel Messi dan kawan-kawan dijadwalkan akan menghadapi timnas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Atlanta. (Z-1)
