Cuma Berjarak 25 Tahun Cahaya, Astronom Temukan Planet Baru Berpotensi Layak Huni
Gambaran artistik dari pemandangan dari permukaan planet ekstrasolar super-Bumi zona layak huni GJ 3378b.(Nikolai Berman/UC Irvine)

PARA astronom kembali mencatatkan penemuan luar biasa dalam misi pencarian tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Sebuah eksoplanet baru berukuran mirip Bumi yang dinamai Gliese 12 b, ditemukan mengorbit sebuah bintang kerdil merah yang relatif dekat, yaitu hanya berjarak 25 tahun cahaya dari sistem tata surya kita. Penemuan ini memicu antusiasme besar di kalangan ilmuwan karena karakteristiknya yang dinilai sangat menjanjikan sebagai planet berpotensi layak huni.

Gliese 12 b menarik perhatian besar bukan hanya karena jaraknya yang dekat dalam skala kosmik, tetapi juga karena perkiraan suhu permukaannya yang sangat bersahabat. Berdasarkan data awal, planet ini diperkirakan memiliki suhu permukaan sekitar 107 derajat Fahrenheit (42 derajat Celsius). Suhu tersebut dinilai cukup ideal untuk memungkinkan air dalam bentuk cair bertahan di permukaannya jika planet tersebut terbukti memiliki atmosfer.

Kandidat Terbaik untuk Studi Atmosfer

Keberadaan Gliese 12 b menjadi sangat penting karena posisinya yang strategis di zona layak huni bintangnya. Bintang induknya, Gliese 12, merupakan bintang kerdil merah tipe-M yang jauh lebih dingin dan lebih kecil daripada Matahari kita. Karena sang bintang induk memancarkan radiasi yang jauh lebih sedikit, planet ini tidak terpanggang oleh badai suar kosmik yang ekstrem, sebuah masalah yang kerap dialami oleh planet-planet di sistem bintang sejenis lainnya.

Salah satu tantangan terbesar astronom dalam mempelajari eksoplanet mirip Bumi adalah menganalisis atmosfer mereka. Namun, kedekatan jarak Gliese 12 b dan ukuran bintang induknya yang kecil menjadikannya target yang sempurna untuk pengamatan lanjutan menggunakan Teleskop Antariksa James Webb (JWST).

Para ilmuwan dapat menggunakan metode spektroskopi transmisi, yaitu menganalisis cahaya bintang yang menyaring atau menembus atmosfer planet saat planet tersebut melintas di depan bintangnya. Proses ini akan mengungkap komposisi gas apa saja yang menyelimuti planet tersebut, seperti oksigen, nitrogen, karbon dioksida, atau uap air.

Mengapa Penemuan Ini Begitu Menggairahkan?

Sebelumnya, sistem planet seperti TRAPPIST-1 menjadi fokus utama dalam pencarian planet mirip Bumi. Namun, bintang TRAPPIST-1 dikenal sangat aktif dan sering melepaskan suar radiasi tinggi yang dapat mengikis habis atmosfer planet-planet di sekitarnya.

Sebaliknya, bintang Gliese 12 menunjukkan tanda-tanda sebagai bintang yang jauh lebih tenang dan tidak aktif. Karakteristik ini memperbesar peluang Gliese 12 b untuk mempertahankan lapisan atmosfernya dalam jangka panjang, menjadikannya laboratorium alami terbaik untuk mempelajari bagaimana planet batuan berukuran Bumi terbentuk dan mempertahankan kelayakan huninya.

Penemuan yang melibatkan kontribusi teleskop luar angkasa TESS milik NASA dan berbagai observatorium berbasis darat ini membuka babak baru dalam astrobiologi. Meskipun masih membutuhkan penelitian mendalam untuk mengonfirmasi ada tidaknya air atau tanda kehidupan, Gliese 12 b kini resmi berdiri sebagai salah satu kandidat planet asing paling menarik dan paling penting untuk diamati di masa depan. (Space/Z-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *